Anjar Asmara dan Yayasan Maung Bodas Bedah Rumah Milik Ajat

12/06/2017 0 Comments
Anjar Asmara dan Yayasan Maung Bodas Bedah Rumah Milik Ajat

Anjar Asamara beserta Wa Ano saat bercengkrama dengan Ajat di sela-sela bedah rumah. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ajat Patria (54) warga Bantardawa 2 RT 01 RW 08 Kelurahan Karangmulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis harus rela menempati rumah yang tidak layak untuk dihuni bersama anak-anaknya selama bertahun-tahun. Bahkan, ia harus rela berjalan kakai sejauh setengah kilometer hanya untuk memenuhi keperluan MCK.

Ajat menuturkan, ia terpaksa menempati gubuk sementara sekitar 12 tahun lantaran rumahnya akan ambruk. Gubug sementaranya itu yang terbuat dari bilik bambu kian lama makin rapuh hingga setiap malam ia terpaksa menahan dingin karena biliknya banyak yang berlobang.

“Kerja saja tidak tentu, apalagi untuk memenuhi kebutuhan maupun merenovasi gubug saya, itu seperti tidak mungkin,” lirih Ajat.

Meski memiliki niatan untuk memperbaiki rumah, kata Ajat, namun kondisi dirinya ditakdirkan memiliki cacat yang membuat dirinya semakin pesimis untuk membangun rumah yang lebih layak.

“Saya mengingikan dibantu Pemkab Ciamis, namun malah dianjurkan untuk bekerja mencari uang demi perbaikan rumah. Sedangkan kondisi saya seperti ini, lemah,” terang Ajat.

Mendengar penderitaan Ajat, Yayasan Maung Bodas pimpinan Wa Ano setelah mendapatkan informasi dari warga langsung mengambil langkah cepat untuk membantunya dengan menggandeng Anjar Asamara dengan bedah rumah.

Bersama pasukannya pada Minggu (11/06/2017) lalu, rumah Ajat langsung dirobohkan bersama warga untuk dibangun kembali yang lebih layak dihuni.

“Niat bedah rumah ini bukan karena kita mampu, namun karena tekad yang kuat. Kita juga ingin menyampaikan bahwa LSM ataupun Ormas yang dianggap merepotkan masyarakat itu tidak benar. Yayasan Maung Bodas ingin menunjukkan bahwa kita itu bisa berbuat banyak untuk masyarakat,” katanya saat memberikan sambutan.

Di lokasi yang sama, Anjar Asmara yang juga pembina Yayasan Maung Bodas, mengatakan, bahwa dirinya merasa iba melihat kehidupan Ajat, terlebih hanya untuk keperluan MCK harus rela berjalan sejauh setengah kilometer.

“Saya ingin Pak Ajat sekarang dibuatkan WC yang bagus, berapapun biayanya nanti kita bantu. Beliau setelah ini harus sudah punya rumah yang layak, MCK juga yang bagus. Melihat ini, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki, apalagi dengan segala kecukupan,” ucapnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!