Berawal Sebagai Pecinta Hewan Musang, Pemuda Banjar Ini Kini Produksi Kopi Luwak

13/06/2017 0 Comments
Berawal Sebagai Pecinta Hewan Musang, Pemuda Banjar Ini Kini Produksi Kopi Luwak

Produk Kopi Luwak Patroman yang diproduksi oleh Husni. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kota Banjar merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi alam sangat bagus untuk pengembangan berbagai hasil pertanian maupun perkebunan. Selain itu, Kota Banjar juga dikenal dengan berbagai produk usaha rumahan yang telah memasuki pasar nasional, bahkan internasional.

Melihat peluang tersebut, seorang pemuda bernama Husni Mubarok, yang kini tinggal di Perum Dobo Regency, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, berinisitatif membuat gebrakan dari hobinya sebagai pecinta luwak atau musang dengan membuat kopi luwak.

Berawal dari tahun 2016 lalu, ia merintis pecinta hewan jenis luwak di Kota Banjar dengan sebutan Komunitas Musang Siliwangi Banjar Patroman. Tidak hanya sekedar berkumpul dengan komunitasnya, namun ia berpikir untuk memanfaatkan lebih dari sekedar memeliharanya, yakni mencetuskan usaha kopi luwak khas Banjar.

“Sejak saat itulah saya bersama teman-teman mulai menekuni proses pembuatan kopi luwak dan hingga saat ini masih berjalan. Dan rilis dari produk saya sejak April 2017 kemarin,” kata Husni kepada Koran HR, Selasa (06/06/2017) lalu.

Ia menceritakan, meskipun bermodalkan hewan luwak yang tidak begitu banyak, namun pemesanan sejak dirilis sudah membuatnya kelimpungan. Dia menyebutkan selama satu minggu mampu mengahasilkan sekitar 2 kilogram kopi luwak yang siap dikirim ke pembeli dari berbagai daerah seperti halnya Banjar, Tasikmalaya Bandung, Bogor maupun Jakarta.

“Kalau soal rasa tentu tidak kalah dengan rasa kopi luwak yang banyak disukai oleh orang bule. Jadi, meski alatnya masih tradisional, namun cita rasanya internasional,” ucapnya.

Menurutnya, dengan usaha yang dirintis hingga mampu menghasilkan lima produk seperti  kopi luwak, cascara atau teh dari kulit kopi, coklat luwak, pupuk luwak dan pembibitan pohon aren, ia berharap produknya tersebut mampu menembus pasar nasional maupun internasional dengan brand nama daerah, yakni Kopi Luwak Patroman.

Sebagai pemuda yang juga berkeinginan membawa nama harum Kota Banjar melalui produknya, kata Husni, ia harap dari berbagai kalangan baik dari pemerintah maupun lainnya untuk bisa membantu dan mendorong agar produksi maupun pengembangbiakan luwak di Banjar bisa terus meningkat.

“Minimalnya kita dikenal saja sudah cukup. Sedangkan untuk penjualannya, kita patok dengan kemasan 10 gram seharga Rp. 15 ribu, kemasan 50 gram dengan harga 70 ribu dan kemasan 100 gram dengan harga 150 ribu. Harga tersebut menurut saya juga masih dibawah harga kopi luwak pada umumnya,” imbuh Husni.

Untuk dapat memesannya, kata Husni, bisa langsung datang ke penangkaran musang miliknya di Perum Dobo Regency R8 supaya bisa langsung melihat cara pembuatan kopinya atau bisa menghubungi kontak 085323022915.

“Jadi, kami itu hanya bertiga dengan masing-masing tugas. Saya sebagai pimpinan, Dimas sebagai Sekretaris dan desainer kemasan serta Alfiansah sebagai marketing. Mudah-mudahan dengan usaha kecil ini kita bisa membawa nama baik Banjar dengan cara kita ini,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!