Desak Kejelasan Penggantian Lapang, Pemuda Siap Menghadap Pemkot Banjar

03/06/2017 0 Comments
Desak Kejelasan Penggantian Lapang, Pemuda Siap Menghadap Pemkot Banjar

Lahan yang ditawarkan Pemkot Banjar sebagai pengganti lapang sepak bola Sanggabuana Kelurahan Muktisari sebagai dampak dari pembangunan RS Langensari. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Untuk mendesak kejelasan penggantian tanah lapang sepak bola Sanggabuana Kelurahan Muktisari Kecamatan Langensari Kota Banjar yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit, pemuda Karang Taruna (Karta) kelurahan setempat menyatakan siap bertemu dan menghadap Pemerintah Kota Banjar melalui dinas terkait.

“Kejelasan penggantian tanah lapang sepak bola menjadi suatu keharusan. Makanya kami akan desak terus dan siap bertemu dan menghadap pemerintah,” kata Ketua Karta Kelurahan Muktisari, Agus Apriliani, kepada HR Online, Kamis (01/06/2017) lalu.

Intinya, tandas dia, pihaknya mempunyai keinginan dan mencoba bertemu dengan pemerintah, yaitu tiada lain agar harapan semua warga terjawab secara pasti soal penggantian lapang tersebut.

“Keinginan pemuda ini tentunya untuk bisa difasilitasi pemerintah kelurahan dan pemerintah kecamatan,” harapnya.

Senada dikatakan pemuda lainnya, Acep Sihombing, bahwa dirinya dan rekan pemuda siap mengahadap pemerintah dan siap berdiskusi mencari solusinya. Sebab, bagaimanapun penggantian tanah lapang harus mendapatkan jawaban kejelasan dan kepastian.

“Sebelumnya saya sempat menghubungi pejabat yang membidanginya, yaitu Cipta Karya, untuk mempertanyakan penggantian lapang. Namun waktu itu, beliau tampaknya masih belum bisa menjawab dan memberikan kejelasan,” ungkapnya.

Sekaligus, lanjut dia, sempat juga meminta kepada pemerintah kelurahan agar memperhatikan bahwa di Muktisari ada beberapa lembaga yang seharusnya diberdayakan dan diajak berbicara, apalagi Karang Taruna yang mana wadah kepemudaan yang sah dan legal.

“Tolong dilibatkan. Jangan hanya satu atau dua lembaga saja yang seperti memiliki peranan. Padahal, semua lembaga yang ada punya peran yang sama vitalnya juga,” imbuhnya.

Justru dengan tak dilibatkan pemuda, menurutnya, menjadi sebuah kekeliruan. Artinya, pemerintah tidak menanyakan terlebih dahulu soal penggantian lapang kepada para pemuda. Pada prinsipnya, kata ia, penggantian tanah lapang harus ada asalkan masih berada di wilayah Muktisari.

“Bahkan, saya setuju penggantian lapang di sebelah barat TPU yang disitu ada kolam dan kebun pepaya. Terlebih, bila lahan ditawarkan itu misal tak produktif buat apa dipertahankan dan jadikan saja sebagai penggantinya,” tegasnya.

Kemudian kalau alasannya sebagai tempat perluasan TPU, tambah Acep, memang bisa seperti itu. Tapi, menurut pandangannya lahan TPU yang ada masih luas dan dirinya meyakini pemerintah menawarkan lokasi itu pun telah mengkaji dan memperhitungkannya.

“Demi sukses dan lancarnya pembangunan RS, saya minta dinas terkait bisa melibatkan kepemudaan. Juga kepada pihak pengembang, tolong berdayakan warga sekitar dan para pemuda. Sekali lagi, peranan lembaga Karang Taruna dan kepemudaan itu penting dan harus menjadi perhatian agar bisa bersama-sama mensukseskan pembangunan,” pungkasnya. (Nanks/R6/HR Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!