Di Pangandaran, Dermaga Penghubung Jabar-Jateng akan Dibangun

Di Pangandaran, Dermaga Penghubung Jabar-Jateng akan Dibangun

Sosialisasi rencana pembangunan dermaga penyebrangan perahu penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah di Aula Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Balai Pengelolaan Pelabuhan Laut Dishub Jabar melakukan sosialisasi rencana pembangunan dermaga penyebrangan perahu penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah di Aula Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Selasa (30/05/2017) lalu.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Pelabuhan Laut Dishub Jabar, Idit Gunawan, saat ini rencana tersebut sudah sampai pada tahap kajian lingkungan dan persetujuan masyarakat setempat.

Pembangunan tersebut, kata Idit, merupakan usulan dari Forum Praja Utama (forum pimpinan daerah) yang menyepakati pembangunan bersama di wilayah perbatasan mulai dari Cirebon sampai Pangandaran. Dermaga yang akan dibangun ini rencananya melintasi sungai Citanduy ke daerah Jawa Tengah, yakni di Kecamatan Patimuan.

“Pembangunan di wilayah Jabar Selatan ini bukannya tidak diprioritaskan, namun mengingat budget anggaran yang tersedia baru sekarang dianggarkan. Saat ini sudah masuk pada kajian tentang lingkungan, yakni menjadi salah satu syarat yang mana perlu mendapat persetujuan dari masyarakat,” jelas Idit Gunawan.

Terkait pembangunan dermaga tersebut, lanjut Idit, dipastikan tidak akan merusakan lingkungan. Bahkan, akan berdampak baik karena lingkungan sekitar akan dibangun juga dengan adanya pembangunan dermaga tersebut.

Masih menurut Idit Gunawan dalam penyampaiannya, terkait pembangunan dermaga ini Kajian tentang lingkungannya kami lihat tidak akan merusak lingkungan, justru malah membangun lingkungan sekitar dengan adanya keramaian baru Dermaga di daerah tersebut.

“Persetujuan dari masyarakat ini sangat penting mengingat sebagai prasyarat disetujuinya pembangunan dermaga penyebrangan. Nanti juga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga setempat. Memang kita itu sudah ketinggalan dibandingkan dengan Jawa Tengah yang sudah bagus dan lancar,” pungkas Idit. (Mad/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles