Kamu yang Masih Lajang, Siapkah dengan Pertanyaan ‘Kapan Nikah’ Saat Lebaran?

21/06/2017 0 Comments
Kamu yang Masih Lajang, Siapkah dengan Pertanyaan ‘Kapan Nikah’ Saat Lebaran?

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi akan tiba. Pada moment tersebut, biasanya diajdikan ajang bagi umat muslim di Indonesia untuk bersilaturahmi kumpul bersama kerabat dan sanak saudara.

Pada saat itulah, pertanyaan “Kapan menikah?” bagai momok yang menghantui pria dan wanita (notabene sudah bekerja dan berusia cukup matang, tapi masih membujang). Karena pertanyaan seperti itu menjadi hal yang tak terlewatkan.

Menurut psikolog klinis di Ad Familia Indonesia, Mona Sugianto, pertanyaan kapan menikah merupakan hal biasa dalam kebudayaan Timur. Terlebih bagi masyarakat Indonesia, sebab menikah adalah status yang penting.

Namun masalahnya, setiap orang punya jalan hidup berbeda. Ada yang belum mau menikah, ada pula yang ingin segera menikah tetapi belum mendapatkan pasangan.

Pertanyaan kapan menikah memang pertanyaan biasa, hanya saja ada orang yang merasa sensitif lantaran merasa terancam. Saat orang merasa terancam, yang muncul adalah mekanisme bertahan. Sebab, dia ingin melindungi dirinya supaya harga diri sebagai manusia tidak terusik oleh pertanyaan tersebut.

Dalam hal ini, lanjut Mona, ada tiga tipe kepribadian orang dalam merespons pertanyaan kapan menikah. Pertama, mereka yang menjawab dengan ringan atau easy going. Orang berkepribadian seperti ini tidak akan ambil pusing oleh pertanyaan tersebut. Karena, menikah ataupun tidak menikah tidak akan mempengaruhi dirinya.

Kemudian, kedua adalah tipe penghindar. Orang-orang seperti ini biasanya sebisa mungkin akan menghindar dari pertanyaan kapan menikah. Misalnya, dengan pura-pura sakit saat kumpul dengan keluarga sehingga dia tidak datang. Atau bisa juga mereka hanya menghindari orang-orang tertentu yang dianggapnya ‘rese.’

Sedangkan, tipe ketiga yaitu pribadi yang melawan. Tipe orang seperti ini biasanya tidak akan menghindar, tapi justru menjawabnya dengan agresif (emosi/marah).

Menurut calon doktor dari Universitas Padjajaran itu, bahwa dari ketiga tipe tersebut, menjawab dengan ringan adalah cara terbaik untuk menjawab pertanyaan kapan menikah. Mona juga memberikan tips supaya orang yang belum menikah bisa menjawab dengan easy going.

Tips pertama, berpikiran positif terhadap orang yang bertanya seperti itu. Anggap saja orang tersebut punya maksud positif. Kemudian, tips kedua adalah mempersiapakan jawaban. Dengan begitu, maka kamu sudah punya banyak alternatif jawaban ketika ditanya oleh keluarga dan kerabat.

Jika sudah tahu cara menangkalnya, maka tidak perlu khawatir lagi. Jangan sampai kemenangan di Hari Raya Idul Fitri nanti terusik hanya gara-gara pertanyaan tersebut. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!