Kembangkan Pendidikan Formal & Non Formal, Yayasan Al Mustofa Fasilitasi Masyarakat Miskin

27/06/2017 0 Comments
Kembangkan Pendidikan Formal & Non Formal,  Yayasan Al Mustofa Fasilitasi Masyarakat Miskin

Ketua Yayasan Al Mustofa Langesari, Kota Banjar, saat memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu dalam acara penutupan pesantren kilat. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejak berdiri November 2015 lalu, Yayasan Al Mustofa Langensari, Kota Banjar, terus melakukan pengembangan di bidang pendidikan formal maupun non formal. Selain itu, Yayasan tersebut juga berkiprah di bidang sosial kemasyarakatan.

Ketua Yayasan Al Mustofa Langensari, Ahmad Muhtar, mengatakan, selama beberapa tahun berdiri, yayasan ini mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang pendidikan dengan diselenggarakannya lembaga pendidikan formal, yakni SMK NU Langensari.

“Intinya, dalam lembaga formal maupun non formal yang kita selenggarakan bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan agama maupun ilmu umum. Selain itu, kita juga memfasilitasi masyarakat yang kurang mampu agar anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan formal. Sementara non formalnya bisa di pesantren kita,” terangnya, kepada Koran HR, Selasa (22/06/2017) lalu.

Muhtar juga mengungkapkan, meski saat ini dalam yayasannya baru berdiri SMK NU Langensari, namun di tahun ajaran baru nanti pihaknya akan mengembangkan lagi pendidikan dari tingkat TK hingga SMK.

Saat ini, lembaga pendidikan yang sudah ada diantaranya SMK NU Langensari dan Pondok Pesantren Mujtahidin. Kedepannya, TK NU Langensari dan SD NU Langensari akan segera dibuka untuk masyarakat.

“Mudah-mudahan semua rencana kita untuk memberikan pendidikan melalui lembaga yang ada bisa diterima masyarakat. Kita berprinsip memberikan pendidikan kepada masyarakat tanpa melihat latar belakang ekonomi. Artinya, mereka yang tidak mampu pun bisa mendapatkannya melalui kami,” tandasnya.

Selama ramadhan ini, lanjut Muhtar, pihaknya menyelenggarakan pesantren kilat selama 20 hari bagi siswa yang ada di sekitar yayasan. Selama 20 hari kegiatannya cukup padat, dimulai sejak pagi hari hingga malam.

Semua itu atas permintaan masyarakat agar anak-anak mereka bisa mendapatkan pengetahuan agama dan alhamdulillah berjalan lancar. Bahkan, saat penutupan kegiatan pesantren kilat hari Senin (20/06/2017), pihak yayasan juga menyantuni 43 anak yatim dan piatu, serta kaum dhuafa.

“Mudah-mudahan ke depannya yayasan kami bisa terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat, tentunya dengan segala kemampuan yang kami miliki, khusunya di bidang pendidikan,” pungkas Muhtar. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!