Lapang Sepakbola Sanggabuana Muktisari Banjar Hanya Diganti RTH

15/06/2017 0 Comments
Lapang Sepakbola Sanggabuana Muktisari Banjar Hanya Diganti RTH

Lapang sepak bola yang terdampak pembangunan RS Langensari. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Lapang Sepakbola Sanggabuana Muktisari yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS) hanya akan diganti berupa fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kepastian kejelasan itu terungkap setelah Pemerintah Kecamatan Langensari beserta Bappeda dan Bidang Cipta Karya Dinas PU Kota Banjar, memberikan penjelasan di hadapan perwakilan masyarakat yang terdiri LPM dan pemuda, di Aula Kantor Kecamatan Langensari, Senin (12/06/2017) lalu.

Kepala Bappeda Kota Banjar, Ade Setiana, mengatakan, permasalahan aset terdampak pembangunan RS, yaitu lapang sepakbola, akan diganti melalui pembebasan tanah dari anggaran perubahan yang akan diketok pada September 2017 mendatang. Namun, penggantinya bukan berupa lapang sepakbola tetapi fasilitas RTH.

“Dalam anggaran perubahan tahun ini sebesar sekitar 3 miliar rupiah, Pemkot Banjar akan melakukan pembebasan tanah yang akan digunakan untuk pengganti lapang, yaitu berupa RTH. Termasuk penggantian bangunan Kantor Kelurahan Muktisari, SD, PAUD, dan BPP yang akan dipindah tak jauh dari lokasi semula,” terangnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, bahwa digantinya berupa RTH itu tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemkot. RTH yang rencananya dibuat bukan hanya pohon rindang dan bunga-bunga, serta tempat duduk saja, tapi akan ada pula sejenis tempat olahraga.

“Jenis fasilitas olahraga tentunya bukan lapang sepakbola, karena tentu lahan tak mencukupi. Di mana anggaran 3 miliar rupiah juga untuk alokasi aset terdampak lain. Soal lapang sepakbola, warga bisa gunakan fasilitas tersedia di Sport Center saja,” katanya.

Selain itu, terlambatnya kejelasan pengganti lapang bukan berarti pemkot membiarkannya begitu saja, karena harapan warga tersebut tentu akan direalisasikan nanti. Penggantian berupa RTH sebagai pemenuhan kewajiban pemerintah menyediakan 30 persen RTH dari luas wilayah yang ada Kota Banjar.

Menurut Ade, terpenting Pemkot Banjar dalam pembangunan RS itu aspiratif, yakni melalui perencanaan matang. Diantaranya dilakukan proses teknoratik, yaitu berdasar kaidah ilmu perencanaan. Kemudian, dilakukan proses partisipatif, yaitu berdasar kaidah demokrasi melalui Musrenbang, serta proses politik, yaitu kaidah sinkronisasi antara diajukan eksekutif dan disetujui legislatif yang selanjutnya masuk KUPPS. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!