Pengganti Lapang Belum Jelas, Pemuda Muktisari Banjar Berang

02/06/2017 0 Comments
Pengganti Lapang Belum Jelas, Pemuda Muktisari Banjar Berang

Lapang sepak bola yang terdampak pembangunan RS Langensari dan sudah dipagari. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemuda Karang Taruna Kelurahan Muktisari Kecamatan Langensari Kota Banjar merasa berang lantaran penggantian tanah lapang sepak bola masih belum jelas. Sementara tahapan pembangunan Rumah Sakit Langensari sudah dimulai.

“Pembangunan RS sudah dimulai, bahkan lapang sepak bola yang dijadikan poros lokasi telah dipagar dan diurug. Ini tentu menjadi pertanyaan tersendiri buat kami selaku pemuda dan sekarang pun jelas jadi perhatian. Kenapa penggantiannya belum jelas?,” kata salah satu pemuda yang juga mantan Ketua Karang Taruna (Karta) Kelurahan Muktisari, Acep Sihombing, kepada HR Online, Kamis (01/06/2017).

Acep kembali menegaskan, memang diakui berbagai rapat sosialisasi agar adanya sinkronisasi antara pemerintah dan warga soal pembangunan RS ini, bahkan rapat tersebut langsung dihadiri baik oleh Cipta Karya dan juga Rembug Warga yang dimotori LPM Muktisari.

“Tapi dari rapat tersebut apakah semua elemen masyarakat benar-benar setuju? Atau masyarakat diundang? Bahkan saya mendengar pemuda, termasuk Karang Taruna, belum pernah dilibatkan dalam rapat-rapat tersebut. Dan saya langsung mengkonfirmasi hal ini ke Lurah,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran pemuda di wilayah sekitar pembangunan RS Langensari dinilai kurang mendapatkan perhatian dengan buktikan tidak dilibatkannya dalam proses musywarah. Padahal, peran pemuda sangat besar terhadap pembangunan.

“Lapang itu kan paling sering digunakan kaum muda. Jadi jangan anggap sepele keberadaannya. Banyak hal lain juga dalam pembangunan RS yang masih dan mesti menjadi perhatian dan diselesaikan pemerintah,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Karta Muktisari, Agus Apriliani, merasa kesal tak adanya undangan kembali, yaitu seperti terakhir dalam rembug warga soal membahas aset-aset terdampak pembangunan RS.

“Silahkan lah tak diundang, yang jelas ini kesepakatan aneh. Pokoknya harus ada kepastian lapang itu seperti apa dan dimana,” tandasnya. (Nanks/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!