Permainan Bedil Lodong Disukai Anak-anak Banjar saat Ngabuburit

05/06/2017 0 Comments
Permainan Bedil Lodong Disukai Anak-anak Banjar saat Ngabuburit

Sejumlah anak di Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, tampak sedang bermain bedil lodong sambil menunggu waktu adzan Maghrib untuk berbuka. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bulan Ramadhan memang selalu identik dengan bunyi petasan, kembang api, meriam bambu, dan lain-lain. Namun, pada Ramadahan kali ini ada permainan yang sedang ngetren di kalangan anak-anak, yakni bedil lodong. Seperti yang dilakukan sejumlah anak di Kecamatan Banjar.

Warga Kecamatan Banjar memang sudah terbiasa dengan permainan bedil lodong. Salah satunya di Kelurahan Situbatu, permainan tersebut sudah menjadi tradisi bagi anak-anak saat Ramadhan. Biasanya mereka melakukan perangan-perangan menggunakan bedil lodong ini pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka.

Dede (13), salah seorang warga, mengatakan, bedil lodong merupakan alat yang bisa mengeluarkan bunyi cukup keras. Benda tersebut terbuat dari barang-barang bekas berupa pipa paralon, kaleng bekas susu atau sarden, magnet korek, dan spirtus.

“Kami biasanya dibagi menjadi dua kelompok, sambil ngabuburit perang bedil lodong pun mulai beraksi,” tutur Dede, saat dijumpai Koran HR, Senin (29/05/2017) lalu.

Permainan serupa juga dilakukan anak-anak di Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar. Menurut Endang (15), bedil lodong ini akan mengeluarkan suara keras karena memanfaatkan hembusan uap dari spirtus yang disemprotkan ke dalam pipa paralon, atau rangkaian kaleng susu/sarden yang sudah disusun menjadi mirip sebuah pipa.

Di dalamnya terdapat lubang-lubang udara, sehingga pada saat spirtus dimasukkan kemudian menguap, pada saat itulah tuas magnet dari bekas korak api diklik, maka akan terdengar suara keras dan mengeluarkan api.

Selain anak-anak, permainan bedil lodong juga kerap dimainkan oleh orang dewasa. Seperti dikatakan Dikri (34), warga Banjarkolot, bahwa permainan ini sebenarnya tidak berbahaya. Tapi, jika dimainkan oleh anak-anak harus mendapatkan pengawasan dari orang dewasa.

“Bermain bedil lodong memang jauh lebih mengasyikan dibanding ngabuburit dengan permainan lainnya. Bisa lupa waktu hingga tidak terasa adzan Maghrib pun berkumandang,” kata Dikri. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!