PPDB 2017/2018, SMPN 4 Banjar Terapkan Sistem Zonasi

11/06/2017 0 Comments
PPDB 2017/2018, SMPN 4 Banjar Terapkan Sistem Zonasi

Kepala SMPN 4 Banjar, Sarjo. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kota Banjar, akan melaksanakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018. Rencananya, PPDB dibuka 3 sampai 5 Juli mendatang, dengan menerapkan sistem zonasi.

“Seperti halnya sekolah lain dan semua jenjang pendidikan, tahun ini SMPN 4 Banjar dalam penerimaan siswa baru menggunakan sistem zonasi. Orang tua siswa itu harus mendaftarkan anaknya melanjutkan pendidikan yang masuk dalam zona atau sesuai daerah domisilinya,” kata Kepala SMPN 4 Banjar, Sarjo, kepada HR Online, Minggu (11/06/2017).

Pemberlakukan itu, jelas dia, sebagaimana Permendikbud No 17 Tahun 2017, juga regulasi daerah Perwalkot Banjar yang mengatur pendaftaran sekolah baru berdasarkan sistem zonasi. Tujuannya bagus untuk membantu sekolah yang sering tak kebagian peserta didik baru, karena menumpuk di sekolah tertentu.

“Sistem tersebut, tentunya juga menguntungkan bagi orang tua, salah satunya transportasi dekat. Maka, untuk di wilayah Langensari ini dengan pemberlakuan demikian sangatlah sesuai, sehingga sekolah yang ada memiliki kualitas dan kuantitas SDM yang setara,” ucapnya.

Sementara mengenai teknis pembagian zonasi, terang Sarjo, kuota zonasi yaitu 90 persen, namun untuk sekolah di Kec. Langensari yang termasuk perbatasan ini 85 persen. Dimana, sisanya 10 persen untuk siswa luar Langensari dan 5 persen untuk siswa dari Kab. Ciamis dan Kab. Cilacap.

“Kemudian yang 90 persen itu sendiri, diambil atau didalamnya 10 persen untuk  siswa berprestasi dan 20 persen afirmasi atau siswa tidak mampu (SKTM.red). Sisanya siswa berdasarkan akademik nilai UN,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sarjo mengungkapkan, siswa baru yang akan diterima sebanyak 9 rombongan belajar. Masing-masing terdiri 32 siswa atau keseluruhannya 288 siswa baru.

Disinggung biaya siswa baru yang diterima, dia menegaskan nantinya itu tergantung dan diserahkan komite sekolah.

“Soal itu kami serahkan kepada komite. Tahun sebelumnya sih disepakati orang tua siswa sekitar Rp. 500 ribu. Jadi itu bukan pungli, karena berdasar musyawarah yang dituangkan dalam kesepakatan bersama, kan kembali lagi untuk siswa seperti seragam batik, kaos olahraga dan lainnya,” tukasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!