PPDB SMAN 1 Pangandaran Gunakan Jalur Non Akademik

PPDB SMAN 1 Pangandaran Gunakan Jalur Non Akademik

Sejumlah siswa saat mendaftar di SMAN 1 Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran,(harapanrakyat.com),- 

Menjadi salah satu sekolah yang cukup strategis di Kabupaten Pangandaran, SMAN 1 Pangandaran adalah satu-satunya sekolah yang memiliki lahan seluas tiga hekter dengan jumlah murid hingga 1.100 dan 70 guru beserta staff.

Kepala SMAN 1 Pangandaran, U Kosasih, mengatakan, pihaknya berharap di tahun ajaran baru ini Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Pangandaran dapat mencapai target.

“Kami mengajak serta menghimbau ke masyarakat untuk menggunakan dan manfaatkan jalur yang non akademik yang mana peluangnya 40 persen dan itu cukup besar,” kata U Kosasih kepada Koran HR di ruang kerjanya, Selasa (6/6/2017).

Sementara itu, Sekretaris PPDB SMAN 1 Pangandaran, Agus Triadi, mengatakan, jalur penerimaan siswa baru di SMAN 1 Pangandaran setelah ditarik pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi Jabar aturan serta ketentuannya berubah yang diantaranya soal jalur seleksi, media pendaftaran, pendaftaran dan biaya pendaftaran.

Untuk jalur seleksi, kata Agus, presentase dari akademik yang menggunakan hasil UN sebanyak 60 persen. Sementara non akademik 40 persen yang dibagi menjadi jalur prestasi 10 persen, jalur keluarga tidak mampu afirmasi 10 persen, jalur khusus KIP dan SKTM dari camat dan jalur kerjasama 10 persen serta jalur khusus Anak Bekebutuhan Khsusus (ABK) 10 persen.

“Target PPDB di sekolah kita sebanyak 12 rombel yang masing-masing rombel sebanyak 36 orang. Jadi, sekitar 432 Siswa. Adapun totalnya ada 36 rombel dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 1.300 an,” terangnya kepada Koran HR.

Ia menambahkan, sebelum ditarik ke provinsi, daftar ulang sekolah tidak ada perbedaan dan bisa ada pertimbangan untuk menentukan masuknya siswa. Namun, setelah ditarik ke provinsi, kalau ada yang daftar ulang kosong, tidak bisa diajukan lantaran itu sudah ada aturannya dari Provinsi.

“Tugas kita hanya mengentri data dan memvalidasi berkas. Untuk mengunggah data satu siswa saja, kita membutuhkan waktu hingga 25 menit. Sedangkan keputusan penerimaanya ada di provinsi. Kalau tahun lalu itu bisa diputuskan oleh Bupati dan masih bisa menerima 13 rombel, namun sekarang tidak bisa,” ucapnya.

Untuk media pendaftaran baik jalur akademik maupun non akademik, lanjut Agus, bisa melalui online yang mana bisa diakses langsung oleh masyarakat dan online terbatas, yakni siswa dibantu oleh pihak sekolah berasal.

“Nah untuk pendaftaran dimulai 6 -10 Juni untuk daftar non akademik, 12 -14 Juni untuk seleksi non akadamik,16 Juni pengumuman non akademik, daftar ulang non akademik 3 -8 Juli, daftar seleksi akademik 3 – 10 Juli, pengumuman seleksi akademi 10 Juli. Untuk biaya pendaftaran itu tidak ada alias gratis,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pendaftar dari jalur non akademik, Putri Rahayu, asal SMPN 1 Kalipucang, mengatakan, dirinya berniat mendaftarkan ke SMAN 1 Pangandaran ini karena disamping sekolah dekat dengan obyek wisata, juga sekolah favorit dambaannya sejak masih belajar di SMP.

“Saya berharap bisa diterima di SMAN 1 Pangandaran ini. Mudah-mudahan diberi kemudahan,” harap Putri.

Hal senada juga dikatakan Rijal Maulana Yusup, siswa asal sekolah SMPN 1 Parigi. Dia menyebutkan bahwa teman-temannya dari SMPN 1 Parigi yang mendaftar ada 10 siswa dan SMAN 1 Pangandaran merupakan sekolah yang dicita-citakan untuk meningkatkan prestasi belajar dan prestasinya.

“Saya ingin meningkatkan prestasi lebih tinggi lagi. Pasalnya, di sekolah saya selalu masuk rangking 4 besar terus. Mudah-mudah selalu termotivasi dengan lingkungan yang baru nanti,” ucap Rijal. (Mad/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles