Proyek Pembangunan TPS 3R di Rejasari Banjar Dimulai

27/06/2017 0 Comments
Proyek Pembangunan TPS 3R di Rejasari Banjar Dimulai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Banjar, H. Yoyo Suharyono, saat melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan TPS 3R di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recyle (TPS 3R) di Dusun Bantardawa, RT.05, RW.03, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang dibiayai APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dirjen Cipta Karya, melalui Satker PSPLP (Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman PSPLP) telah dimulai.

Dimulainya proyek pembangunan TPS 3R bernilai sekitar Rp.550 juta ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Banjar, H. Yoyo Suharyono, Jum’at (16/06/2017) lalu.

Dalam kesempatan itu, Yoyo Suharyono, mengatakan, TPS 3R dibangun di wilayah tersebut guna mengoptimalkan penanganan sampah, khususnya di wilayah Kecamatan Langensari, dan umumnya Kota Banjar.

“Pemilihan lokasi di sini juga sejalan untuk membantu perkembangan Kecamatan Langensari yang diproyeksikan sebagai kota keduanya Banjar, dalam segmen pengelolaan dan penanganan timbulan sampah. Sampai saat ini di Kecamatan Langensari baru memiliki satu unit TPS, yaitu berlokasi di Kelurahan Muktisari,” terangnya, kepada Koran HR, ketika ditemui usai kegiatan tersebut.

Dengan demikian, maka alangkah sangat baiknya kalau ada penambahan lagi TPS di Kecamatan Langensari. Akhirnya, setelah melalui survey lokasi se-Kota Banjar, serta atas berbagai pertimbangan dalam menentukkan pembangunan TPS 3R untuk tahun anggaran 2017 ini lokasinya ditempatkan di Dusun Bantardawa, RT.05, RW.03, Desa Rejasari.

Lanjut Yoyo, tidak kalah pentingnya juga untuk memberdayakan masyarakat setempat, sehingga nantinya akan membawa dampak yang positive pada daya beli dan masalah perekonomian warga di sekitarnya.

Kemudian, dibentuklah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bagusantri, yang dipandu dan difasilitasi oleh pemerintah desa setempat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

“Saya berharap pembangunan TPS 3R ini berjalan lancar dan sukses sesuai dengan rencana yang telah disusun. KSM sebagai pelaksanan kegiatan dapat bahu-membahu dengan tenaga fasilitator lapangan, baik pemberdayaan maupun teknik, serta dengan warga sekitar demi kelancaran kegiatan,” kata Yoyo.

Namun demikian, konsentrasi utama bukanlah pada saat pembangunannya saja, tetapi KSM harus bisa melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai dengan maksud kegiatan.

Dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini diharapkan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat berubah secara signifikan menuju arah yang diharapkan.

Dia juga menjelaskan, TPS 3R merupakan wadah pelaksanaan pengelolaan persampahan yang berbasis masyarakat dengan tujuan utama tercapainya pengelolaan sampah yang proporsional, efektif dan efisien yang melibatkan semua komponen masyarakat, baik pemerintah, swasta dan masyarakat.

“TPS 3R di Kota Banjar yang dibangun melalui sumber dana APBN telah berjalan tiga tahun terakhir, dan alhamdulillah dua unit TPS 3R yang telah dibangun dapat berfungsi dengan baik. Walaupun masih diperlukan pengembangan dan pembinaan KSM pengelolanya secara kontinyu,” pungkas Yoyo. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!