Saat Tarling Pemkot Banjar, Warga Muktisari Kembali Pertanyakan Pengganti Lapang

Saat Tarling Pemkot Banjar, Warga Muktisari Kembali Pertanyakan Pengganti Lapang

Salah satu tokoh masyarakat, H. Agus, saat memberikan sambutan penerimaan kegiatan bukber dan tarling di Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Babakan RW.03 Kelurahan Muktisari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Saat Pemerintah Kota Banjar melaksanakan kegiatan buka bersama dan tarawih keliling di Masjid Al-Ikhlas Lingkungan Babakan RW.03 Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jumat (02/06/2017), warga setempat menyuarakan kembali dan mempertanyakan kejelasan penggantian tanah lapang sepak bola yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit.

H. Agus, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa dirinya mengkhawatirkan keberlangsungan pelaksanaan pembangunan RS karena sampai saat ini warga belum menerima kepastian dan kejelasan penggantian tanah lapang sepak bola.

“Maka di kesempatan ini, kembali kami pertanyakan hal itu dan minta segera ada kepastian pengganti lapang sebagaimana keinginan warga. Kami warga kelurahan di sini jangan dibuat kecewa, tolong diperhatikan,” tegasnya saat dalam sambutan.

Yang jelas, ucap dia, pada prinsipnya warga mendukung adanya pembangunan RS di wilayahnya. Harapannya, tentu pelaksanaannya berjalan lancar dan kondusif. “Namun, yaitu tadi harus ada kepastian penggantian lapang,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pula, H. Agus berharap selaku orang tua, bahwa anak-anaknya bisa diberdayakan dan ikut mengabdi dengan kerja jika RS sudah berdiri dan beroperasi.

“Ini pun harus ada kepastian dari Pemkot Banjar akan mempekerjakan anak-anak lulusan sekolah disini. Jangan sampai tak jelas lagi sehingga bisa timbul kekhawatiran baru,” tukasnya.

Senada dikatakan salah seorang anggota LPM kelurahan setempat, Mahmud. Menurut pandangan dirinya, sebenarnya polemik yang terjadi sekarang ini dalam pembangunan RS itu sederhana, yaitu dimana pemerintah tinggal merealisasikan apa yang menjadikan keinginan dan mengakomodir semua elemen masyarakat.

“Masalahnya sederhana kok, keinginan warga soal pengganti lahan lapang untuk secepatnya direalisasikan kepastiannya. Selain itu juga jangan ketinggalan semua elemen masyarakat harus terakomodir,” ujarnya. (Nanks/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles