Selama Ramadhan, SMK NU Langensari Banjar Gelar Pesantren Kilat

13/06/2017 1 Comment
Selama Ramadhan, SMK NU Langensari Banjar Gelar Pesantren Kilat

Kegiatan pesantren kilat SMK NU Langensari saat pendalaman kitab kuning. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

SMK NU Langensari Kota Banjar menggelar pesantren kilat di bulan suci ramadhan ini cukup unik. Pasalnya, semua siswa yang mengikuti pesantren kilat tersebut hampir selama 24 jam berada di sekolah maupun di lingkungan sekolah.

Kegiatan pesantren kilat yang berlangsung sejak awal puasa, pesantren kilat di SMK NU memfokuskan siswa untuk mempelajari bidang teknologi informasi dan kajian agama islam berupa kitab kuning.

Asep Supriatna, Kepala SMK NU Langensari, mengatakan, agenda perdana di sekolahnya tersebut mendapatkan antusias dari siswa. Pasalnya, hampir 24 jam siswa mendapatkan berbagai materi berbeda dari kegiatan belajar biasanya. Sebagai contoh, siswa mendapatkan pengetahuan khusus komputer bidang office maupu pengelolaan website.

“Pagi itu mereka mulai kegiatan mengaji dan sholat dhuha. Setelah itu mulai materi komputer hingga siang hari. Kemudian setelah dzuhur, mereka istirhat dan dilanjutkan kegiatan mengaji. Nah, bedanya, siswa setelah sholat tarawih semuanya ikut ngaji kitab kuning,” jelas Asep kepada Koran HR, Selasa (06/06/2017) lalu.

Ia menambahkan, dengan dilaksanakannya hampir 24 jam tersebut, diharapkan siswa akan lebih terarah dalam mendapatkan pengetahuan, khususnya di bulan suci ramadhan ini. Selian itu, kegiatan tersebut juga sebagai sarana mengajarkan kemandirian kepada siswa sejak dini.

“Soal kebutuhan mereka, kadang mereka dikirim dari orang tua, kadang juga kita sediakan dari hasil pemberian donator, ada juga memang khusus dari yayasan di sini. Jadi, mereka di sini cuma fokus belajar,” tegasnya.

Asep berharap, saat ini kegiatan pesantren kilat tersebut baru diikuti oleh siswa SMK NU saja. Namun, ke depannya direncanakan akan menggandeng sekolah lain seperti halnya SD maupun SMP.

“Saya ingin lebih ramai lagi dan tentunya dengan banyakny peserta saya yakin akan membuat para siswa lebih semangat belajar agama islam maupun belajar ilmu lain yang kita fokuskan,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Mubakir, salah satu guru, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut akan berakhir pada 17 Juni 2017 mendatang. Kendati tidak full selama bulan puasa ini, kata ia, namun melalui pesantren kilat yang digelar pihak sekolah diyakini akan mampu memberikan pengetahuan lebih selain pendidikan di sekolah.

“Pengajaran kitab kuning itu sangat bagus untuk mereka. Sebab, pengetahuan agama tingkat dasar dari berbagai bidang setidaknya mereka tahu dari sumbernya, yakni kitab. Sementara materi komputer yang diajarkan sejak pagi hingga siang hari, merupakan pendalaman siswa atas jurusan yang disediakan sekolah, yakni Teknik Komputer Jaringan (TKJ),” paparnya. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

Leave a Reply