Selesaikan Gejolak Protes Kejelasan Pengganti Lapang, Camat Langensari Banjar Panggil LPM & Pemuda Muktisari

18/06/2017 0 Comments
Selesaikan Gejolak Protes Kejelasan Pengganti Lapang, Camat Langensari Banjar Panggil LPM & Pemuda Muktisari

Pertemuan penyelesaian kegaduhan warga soal kejelasan pengganti lapang, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Langensari. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (haraparnakyat.com),-

Guna menyelesaikan kegaduhan warga Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, soal protes kejelasan penggantian tanah Lapang Sepakbola Sanggabuana yang dijadikan lokasi pembangunan Rumah Sakit (RS), pemerintah kecamatan setempat mengundang pengurus LPM dan perwakilan pemuda, untuk duduk bersama dengan Kepala Bappeda dan Kabid. Cipta Karya Dinas PU Kota Banjar, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Langensari, Senin (12/06/2017) lalu.

Meski undangannya hanya melalui sambungan telepon, namun menurut Camat Langensari, Asno Sutarno, bahwa undangan tersebut bisa dikatakan formal. Tujuannya untuk memberikan jawaban atau penjelasan kepastian penggantian lapang.

“Kami panggil fasilitasi pertemuan ini hanya lewat telepon atau tak pakai surat, tapi bisa disebut formal dengan tujuan tak lain untuk menyelesaikan gejolak di tengah warga, terutama antara LPM dan pemuda yang menyoal kejelasan pengganti lapang,” kata Asno, saat membuka acara pertemuan tersebut.

Walaupun terkesan mendadak, lanjut Asno, terpenting pertemuan ini merupakan bentuk pertemuan prosedural yang harus dilakukannya agar gejolak yang ada tak berkepanjangan. Intinya, pihak pemerintah kecamatan tak ingin warga Muktisari dikorbankan atas belum jelasnya pengganti tanah lapang.

Selain itu, Asno berharap meski pihak pengembang tak diundang, namun bisa mengakomodir apa yang menjadi harapan warga. Tak terkecuali Bidang Cipta Karya Dinas PU atas akibat terdampak pembangunan RS. Karena bagaimana pun harus terselesaikan, terlebih gejolak yang timbul ini sudah terpantau walikota.

Dengan diundangnya Bappeda dalam pertemuan itu juga untuk memberikan penjelasan kembali soal perencanaan pembangunan RS, termasuk desainnya. Begitu pula Bidang Cipta Karya diminta untuk kembali memberikan penjelasan tindaklanjut penggantian Lapang Sanggabuana.

“Setelah pertemuan ini warga bisa lebih paham dan mengerti, dan juga tolong jaga kekondusifan. Jangan sampai terbawa pengaruh negatif atau dimanfaatkan tidak benar oleh pihak luar. LPM sendiri harus bisa lebih jernih dengan merangkul elemen warga lainnya. Jadikan pelajaran semuanya demi pembangunan Langensari tercinta ini,” harap Asno.

Sementara itu, Kabid. Cipta Karya Dinas PU Kota Banjar, Tantri, membenarkan, bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyelesaikan kegaduhan warga, soal pelaksanaan pembangunan RS.

“Ini juga sebagai upaya pemerintah guna mengakomodir aspirasi warga, terkait adanya imbas pembangunan RS ini, dan dengan apa yang menjadi keinginan warga Insya Allah kita penuhi. Ya terpenuhi sesuai koridor yang benar,” ujarnya.

Tantri juga mengklaim, bahwa sosialisasi pembangunan RS sudah beberapa kali dilakukan pihaknya. Bahkan, saat sosialisasi terakhir dengan warga sudah tidak ada hal yang dimasalahkan. Tapi pada kenyataannya masih terjadi riak-riak ketidakpuasan warga.

“Dalam pertemuan yang digelar kali ini bertujuan untuk menyamakan persepsi soal pengganti lapang. Insya Allah kita pikirkan dan kedepannya ada pembebasan lahan,” tandas Tantri.

Jika warga, terutama pemuda merasa puas dengan adanya pertemuan penyelesaian ini, ada kemungkinan mereka mengurungkan niatnya menghadap Walikota guna menyampaikan petisinya. Isu tersebut sebelumnya diterima Koran HR. Bahkan, para pemuda di Muktisari telah melakukan penggalangan tandatangan. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!