Tangani Lansia Terlantar, Pemkab Pangandaran Kukuhkan Pengurus Komda Lansia

06/06/2017 0 Comments
Tangani Lansia Terlantar, Pemkab Pangandaran Kukuhkan Pengurus Komda Lansia

Pengukuhan Kepengurusan dan Rapat Koodinasi Komda Lansia Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan bahwa pembentukan Komda Lansia merupakan salah satu jembatan masyarakat dan pemerintah dalam penanganan lansia terlantar yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Ini sebagai bentuk perhatian kita terhadap lansia terlantar untuk mengetahui kondisi tempat tinggalnya guna mengukur kita nanti untuk melakukan intervensi dalam mengayomi para lansia,” katanya saat Pengukuhan Kepengurusan Komda Lansia beberapa waktu lalu.

Sejak usia muda, kata Jeje, harus rajin menabung untuk masa tua yang mana nantinya tinggal menikmati, bukan sebaliknya. Dengan perhatian yang dilakukan pemerintah, Jeje akan melakukan intevensi melalui Dinkes dengan program Kertawaluya, BPJS Kesehatan dan KIS. Sementara melalui Dinsos, pemberian Rastra harus sesuai agar semangat hidup para lansia lebih bergairah.

“Lansia itu biasanya produktivitasnya yang menurun, pendapatan menurun serta perasaan dengan kesendiriannya juga menurun. Maka ke depan kita bangkitkan lagi dengan kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), senam sehat lansia itu tupoksinya ada di Dinas Kesehatan minimal 2 minggu atau sebulan sekali mereka kumpul-kumpul. Dengan kegiatan semacam itu maka mereka tidak merasa kesepian lagi,” pungkas Jeje.

Ketua Komda Lansia yang juga Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran, H. Adang Hadari, mengatakan, pihaknya hanya bertugas mengkoordinasi dinas teknis agar tidak boleh saling melempar tanggungjawab serta sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Harusnya ada LSM di Kabupaten Pangandaran yang peduli terhadap Lansia terlantar dan kurang produktif,” tegasnya.

Masih dikatakan Adang Hadari, data lansia terlantar di Kabupaten Pangandaran rencananya akan divalidasi kembali lantaran hingga saat ini belum dilakukan verifikasi. Umumnya, kata Adang, lansia itu berumur diatas 60 tahun ada yang produktif (lansia potensial) dan ada juga yang tidak produktif.

“Nanti Dinkes misalnya harus melakukan upaya pemeriksaan kesehatan lansia secara rutin dan Dinsos dipastikan penyaluran Rastra tepat sasaran. Lansia itu merupakan tanggungjawab kita semua, yakni peran pengusaha, pemeritah dan masyarakat harus benar-benar mengurus mereka,” tegas Adang.

Melalui pemberian pemahaman kepada lansia bahwa mereka ada yang lansia potensial dan ada yang tidak produktif, sambung Adang, mereka akan didorong ilmu yang dimilikinya, kemampuannya agar kehidupannya lebih semangat dan tetap menjaga kesehatan.

“Lansia itu macam-macam, ada lansia yang kalau bisa bermimpi merasa masih bisa hidup hasratnya, ada juga yang kalau dipegang tubuhnya baru bisa hidup dan ada juga yang baru melihat orang lain juga merasa lebih hidup. Nah ini contohnya lansia potensial meskipun mereka sudah lanjut usia. Sama halnya seperti saya masuk dalam kategori lansia potensial” paparnya. (Mad/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!