Toserba Pajajaran Banjar Bantu Upgrading Keilmuan Bisnis

26/06/2017 0 Comments
Toserba Pajajaran Banjar Bantu Upgrading Keilmuan Bisnis

Operational Manager Toserba Pajajaran, Jaja Mujahid, saat memberikan materi di hadapan 30 pelaku UMKM Kota Banjar, dalam kegiatan hari terakhir workshop bertema “Saatnya UMKM Kota Banjar Naik Kelas, Jum’at (16/06/2017) lalu, di lantai 3 Ruang Komunitas Toserba Pajajaran Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Toserba Pajajaran Kota Banjar selain menjalankan usaha ritelnya sendiri, juga tak lupa selalu peduli dengan keberadaan UMKM di wilayahnya. Bukan hanya kemitraan berupa produk yang bisa ikut dijualnya, namun membantu pula keilmuan dalam bisnisnya.

Seperti halnya pada momentum Ramadhan 1438 H ini, tidak disia-siakan UMKM Kota Banjar atas inisiatifnya melakukan upgrading keilmuan bisnis dengan mengadakan Workshop bertema “Saatnya UMKM Kota Banjar Naik Kelas,” bertempat di lantai 3 Ruang Komunitas Toserba Pajajaran Banjar.

Workshop yang diikuti sekitar 30 para pelaku UMKM Kota Banjar itu digelar selama bulan Juni 2017 ini tiga kali pertemuan, yakni setiap hari Jum’at, tepatnya tanggal 2, 9 dan 16. Demikian dikatakan oleh salah satu pemateri, Jaja Mujahid, yang juga selaku Operational Manager Toserba Pajajaran, saat ditemui Koran HR di sela-sela kegiatan hari terakhir, Jum’at (16/06/2017) lalu.

“Workshop ini adalah inisiatif teman-teman UMKM. Mereka ingin ada upgrading kelimuan bisnis. Momentumnya pas ramadhan, semoga satu syawal nanti mereka benar-benar siap naik kelas dengan dibekali ilmu bisnis dan charakter building selama Ramadhan,” terang Jaja.

Pemateri lainnya, Alfi, yang juga sebagai Owner Netjes Group Kota Banjar, mengatakan, selama ini para pelaku UMKM di manapun, termasuk di Kota Banjar, selalu mindset-nya bisnis itu terpenting laku, walaupun harga jual murah.

“Kita coba ubah mindset-nya, karena mindset seperti itu adalah mindset pedagang bukan pebisnis. Kalau pebisnis, mindset-nya adalah bagaimana bisnis punya added value atau nilai tambah, sehingga bisa saja produknya sama. Misal, jualan cilok harga per porsi 10 ribu rupai dan laku. Bagaimana caranya ada nilai tambah atas produk tersebut. Nah, itu yang dipelajari UMKM selama tiga pertemuan ini,” terang Alfi.

Kegiatan workshop ditutup dengan buka puasa bersama, dan rencananya akan ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan berkala setiap dua minggu sekali di tempat yang sama.

Pertemuan rutin itu sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap aplikasi ilmu-ilmu bisnis di lapangan. Tidak hanya cakap teori di kelas, tapi juga teruji dan terbukti serta berhasil ketika dipraktekan pada bisnisnya masing-masing. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!