Wahidan Nilai Kesejahteraan di Banjar Belum Merata

22/06/2017 0 Comments
Wahidan Nilai Kesejahteraan di Banjar Belum Merata

Dialog interaktif Banjar Institute di salah satu ruang rapat rumah makan di Jalan Husein Kartasasmita Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah elemen masyarakat dari LSM, OKP maupun para tokoh masyarakat sore tadi sekitar pukul 16.30 WIB mengikuti dialog interaktif serta buka puasa bersama di salah satu ruang rapat rumah makan yang terletak di Jalan Husein Kartasasmita Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Rabu (21/06/2017).

Agenda yang digelar Banjar Institute Pimpinan Wahidan bertajuk “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Nana Suryana, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Banjar Gun Gun Gunawa Abdul Jawad, Kasi Sosial dan Ekononi Bappeda Kota Banjar Tito, serta puluhan mahasiswa, buruh, anak jalanan maupun para aktivis.

Dalam kesempatan itu, Direktur Banjar Institute, Wahidan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut untuk membedah serta mengevaluasi pembangunan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di Kota Banjar.

Menurutnya, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Banjar setiap tahun mengalami trend positif. Namun, penerima manfaat itu baru dinikmati oleh segelintir orang saja.

“Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), angka rasio Gini menurun di level 0,32 pada tahun 2014. Namun, hal ini tidak merefleksikan ketimpangan ekonomi di Kota Banjar membaik. Sehingga jurang ketimpangan ekonomi masih sangat menganga,” tegasnya.

Dalam hitungan Indeks Gini, lanjut pemuda yang akrab dipanggil Barkit itu, menggunakan variabel pengeluaran atau agregat konsumsi masyarakat saja. Artinya, indeks Gini tidak menghitung pendapatan perkapita atau kekayaan yang di miliki setiap orang. Sehingga, kondisi sekarang saat ini jika disimulasikan 5 persen jumlah penduduk Banjar menguasai 80,70 persen kekayaan daerah Kota Banjar.

Kendati demikian, kata Wahidan, ia berharap ke depannya formulasi kebijakan Pemerintah Kota Banjar dapat dikonsentrasikan pada sektor ekonomi kerakyatan, pertanian dan pengembangan sumber daya manusia. Sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga dengan bulan suci yang penuh berkah ini pintu langit terbuka yang mana dapat menggerakan hati para pembuat kebijakan. Sehingga kesejahteraan seluruh umat dapat terwujud,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, Banjar Institute dalam kesempatan itu selian dialog dan buka bersama, juga melakukan santunan anak yatim piatu. (Hermanto/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!