Warga Minta Pemkot Banjar Bantu Perluasan Mesjid Al-Ikhlas

Warga Minta Pemkot Banjar Bantu Perluasan Mesjid Al-Ikhlas

Jamaah Mesjid Al-Ikhlas terpaksa harus menggelar sejadah di luar mesjid akibat kondisi bangunan mesjid terlalu sempit. Tokoh masyarakat setempat meminta Pemkot Banjar membantu untuk perluasan pembangunan mesjid tersebut. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah tokoh masyarakat di Lingkungan Babakan, RW.03, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengajukan agar Mesjid Al-Ikhlas yang ada di sekitar lingkungan pembangunan Rumah Sakit (RS), diperluas.

Permohonan itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat, H. Agus, kepada Asda I Pemkot Banjar, Agus Eka Sumpena, saat buka bersama dan terawih keliling (tarling) di mesjid tersebut, Jum’at (02/06/2017) lalu.

“Terus terang atas keberadaan mesjid ini khawatir saat dilakukan shalat Jum’at akan over kapasitas. Jadi bangunan mesjid ini butuh perluasan. Kiranya pemkot bisa memperhatikan atas kebutuhan jamaah di sini,” ungkapnya.

Agus juga berharap, mesjid ini bisa menjadi mesjid besar yang mampu menampung jamaah lebih banyak dari sebelumnya. Apalagi di lingkungan tersebut sedang dibangun RS, jadi mesjid yang ada harus diberdayakan.

“Justru kita mempertanyakan dalam site plan RS ada gambar tempat ibadat Islam, apakah itu mushola atau mesjid Jami. Kalau mesjid Jami, tolong untuk bisa dikaji kembali karena di lingkungan ini sudah ada mesjid dan seharusnya dioptimalkan yang ada. Ya itu tadi, mesjid ini diperluas sehingga menampung pula pengunjung RS,” harap Agus.

Senada diungkapkan tokoh masyarakat lainnya, Dede Sukur, bahwa memang kalau melihat ukuran Mesjid Al-Ikhlas ini kurang memadai. Buktinya saat kegiatan tarling yang diiukuti ratusan jamaah penuh hingga menggelar tikar sampai ke luar mesjid.

Menjawab permohonan warga tersebut, Asda I Pemkot Banjar, Agus Eka Sumpena, menghimbau agar warga atau tokoh masyarakat setempat mengajukan proposal ke Bagian Kesos Setda Pemkot Banjar. Karena sesuatunya perlu disampaikan secara tulisan.

“Nantinya Bagian Kesos akan merekap menjadi data nominatif penerima bantuan, jika sudah dilakukan survei ke lapangan,” jelas Eka. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles