Waspada Penipuan Bermodus Jual Beli Online

26/06/2017 0 Comments
Waspada Penipuan Bermodus Jual Beli Online

Situs jual beli online bernama Rauffa Apparel yang menawarkan baju muslim diketahui telah banyak menipu orang. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Modus penipuan jual beli online kian marak. Biasanya, pelaku penipuan tersebut menawarkan berbagai macam barang, seperti pakaian, elektronik, serta produk lainnya dengan harga murah untuk menarik pembeli melalui akun Facebook, Instagram dan media sosial lainnya.

Dengan cara daya pikatnya itu si pelaku selalu memposting barang dagangnya melalui akun media sosial tersebut. Setelah pembeli mentransfer uang untuk pembayaran, biasanya barang-barang yang dipesan itu tidak pernah sampai. Bahkan, jika sampai pun terkadang barangnya tidak sesuai dengan pemesanan (palsu).

Seperti dialami Nina (25), salah seorang warga Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Ia menuturkan, pada tahun 2016 lalu, dirinya tertarik dengan sebuah iklan selimut di sebuah situs online. Produk tersebut harganya terbilang murah. Singkat cerita, ia berani memborong hingga mengeluarkan kocek sebesar Rp.20 juta.

Setelah uang ditransfer, kemudian dirinya disuruh menunggu selama tiga hari. Namun, sudah lebih dari satu minggu ternyata barang yang ditunggu-tunggu tidak kunjung sampai di rumahnya.

Merasa tertipu, Nina pun melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian Polsek Purwaharja, dengan memberikan bukti transfer ke nomor rekening pelaku penipuan tersebut. “Sejak saat itu saya kapok membeli barang di situs online, dan bagi siapa saja harus berhati-hati dengan situs online yang menawarkan barang dengan harga murah,” ungkap Nina, kepada Koran HR, Minggu (18/06/2017) lalu.

Hal serupa dikatakan Ivan (36), warga Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar. Dia menceritakan bahwa saudaranya yang berada di Pekanbaru, Sumatera, telah tertipu saat membeli suatu barang di situs online bernama Rauffa Apparel. Situs jual beli online khusus busana muslim itu diketahui telah banyak menipu orang.

“Sudah banyak yang tertipu. Pelaku menggunakan akun di Facebook dan Instagram, motifnya mirip dengan penipuan jual beli online, transfer uang untuk beli barang tapi barang yang dipesan tidak datang,” tururnya.

Ivan menyebutkan, bahwa situs online tersebut beralamat di Jalan Moch. Toha, Tasikmalaya, nomor 137. Namun, setelah dicek tempat tersebut ternyata hanya merupakan tanah kosong.

“Modus penipuan seperti itu sudah sangat meresahkan, apalagi di bulan Ramadhan, penipuan ini harus segera diberantas. Namun memang tidak semua situs jual beli online adalah penipuan. Karena ada juga yang benar-benar ada. Itu hanyalah oknum dan pelaku hanya ingin memperkaya diri dengan jalan menipu,” kata Ivan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Banjar, AKBP. Twedy, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan barang-barang bagus yang dijual di situs-situs online bodong.

“Masyarakat harus lebih teliti dan lebih peka terhadap situs online yang menjual barang dengan harga sangat murah. karena, bisa jadi situs online tersebut bodong. Apalagi sekarang ini menjelang Lebaran, pelaku penipuan online ada di mana-mana dengan modusnya,” tandas Twedy. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!