WikiLeaks Ungkap NSA Mata-matai Pengguna Wifi

17/06/2017 0 Comments
WikiLeaks Ungkap NSA Mata-matai Pengguna Wifi

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Baru-baru ini, WikiLeaks mengungkap bahwa badan nasional Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA), memata-matai pengguna jaringan internet dengan cara menyadap sistem dalam wifi komersial.

Aksi tersebut tertuang dalam dokumen rahasia AS yang menggambarkan mengenai proyek bernama Cherry Blossom. Proyek ini merupakan kerangka kerja NSA yang dapat menumbangkan router nirkabel, mengumpulkan alamat e-mail, serta memasang perangkat lunak.

“Kami diberi tahu Cherry Blossom, atau setidaknya versi 5 di dalamnya yang memungkinkan agen menginfeksi kedua titik akses nirkabel dan kabel, dengan memasang upgrade firmware yang dijuluki FlyTrap yang bisa diletakkan di perangkat tanpa memerlukan akses fisik ke sana,” ungkap Recode situsnya, Jum’at (16/06/2017).

FlyTrap dapat memantau lalu lintas internet melalui router, serta mengarahkan koneksi peramban ke sebuah website yang diinginkan NSA untuk melihatnya. Selain itu, program ini dapat melihat proxy koneksi jaringan dan memanen data dari lalu lintas internet. Data yang diambil selanjutnya dikirim ke sebuah sistem kontrol yang dinamai Cherry Tree.

Berdasarkan dokumen yang dibocorkan WikiLeaks, server Cherry Tree berada di lokasi aman dan berjalan pada server virtual Dell PowerEdge 1850, yang menjalankan OS Red Hat Fedora 9 dengan RAM minimal 4GB.

Dokumen itu juga menyebutkan, perangkat lunak pengintai biasanya bisa dipasang dari jarak jauh, serta memiliki alat untuk menemukan kata sandi administrator suatu perangkat bila disimpan secara internal guna membantu proses tersebut.

Instalasi kerangka Cherry Blossom juga dapat dibantu oleh sebuah alat yang disebut Claymore. Alat ini dirancang khusus untuk mencari dan menemukan router wifi yang dapat diretas. Claymore bisa dijalankan dari laptop standar. Untuk PowerEdge jarak jauh dikirim menggunakan antena tambahan.

WikiLeaks mengklaim proyek Cherry Blossom ini dikembangkan dengan lembaga nonprofit AS, Stanford Research Institute (SRI). Tetapi, bukti yang melibatkan pihak SRI hingga saat ini masih belum cukup kuat. Sedangkan, SRI sendiri sampai saat ini belum berkomentar. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!