Wujud Nyata Perangi Narkoba, Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis Lakukan Tes Urin

01/06/2017 1 Comment
Wujud Nyata Perangi Narkoba, Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis Lakukan Tes Urin

Sebanyak 129 orang civitas akademika STIKes Muhammadiyah Ciamis (Mucis) membuktikan keberaniannya melawan narkoba. Photo : Dian Sholeh WP/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 129 orang civitas akademika STIKes Muhammadiyah Ciamis (Mucis) membuktikan keberaniannya melawan narkoba. Salah satu wujud nyata yang mereka lakukan yaitu mengikuti test urine narkoba yang diselenggarkan BNN bersama STIKes Muhammadiyah Ciamis.

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, H. Dedi Supriadi, ketika ditemui Koran HR usai melakukan tes urin, pekan lalu, mengaku menjadi orang pertama di lingkungan kampus STIKes Muhammadiyah dalam melaksanakan tes urin. 

Dedi menuturkan, hal itu dia lakukan sebagai bentuk wujud nyata mendorong semangat seluruh civitas akademika STIKes Muhammadiyah Ciamis melawan narkoba. Tes kali ini sebagai bentuk warning bagi civitas akademika agar tidak menyalahgunakan narkoba.

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud pembinaan kepada mahasiswa supaya tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga mengandung nilai positif bagi kampus dalam menciptakan lingkungan Kampus STIKes Muhammadiyah bersih dari narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Ciamis, Aris Nuryana, menuturkan, tes urine yang digelar di STIKes Muhammadiyah Ciamis merupakan salah satu upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa.

Aris menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan kampus bebas narkoba. Teknisnya, setiap mahasiswa menyerahkan sampel air kencing (urine) untuk diperiksa. Alat yang digunakan memiliki enam parameter untuk mendeteksi jenis narkotika, kokain, morfin, amfetamin, ganja, sabu dan benzodiazepine.

“Apabila ada mahasiswa yang terbukti mengonsumsi narkoba, maka akan dikembangkan lebih jauh, apakah hanya korban penyalahguna, pecandu atau pengedar. Bila memang pecandu, BNN siap memfasilitasi untuk dijangkau ke tempat rehabilitasi atau Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) terdekat. Sementara pengedarnya akan kita petakan jaringannya hingga terungkap siapa pelakunya,” katanya. (DSW/Koran Ciamis)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply