Al Qur’an Mentahkan Teori Darwin Tentang Evolusi Manusia

08/07/2017 0 Comments
Al Qur’an Mentahkan Teori Darwin Tentang Evolusi Manusia

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Teori Darwin menyebutkan manusia berevolusi dari kera. Namun, sejumlah ahli menegaskan bahwa teori Darwin itu bertentangan dengan penjelasan mekanisme makhluk hidup yang diciptakan dan diatur keberadaannya.

Evolusi tersebut tak layak disebut sebagai teori lantaran tidak memiliki dasar eksperimen ilmiah. Karena, setiap makhluk tercipta secara hakiki dan pasti.

Buku berjudul “Sains dalam Al Qur’an” yang ditulis Nadiah Thayyarah, menjelaskan, sepanjang sejarah manusia tidak pernah ada teori tanpa sandaran yang jelas. Semestinya hal itu berlaku juga pada teori Darwin.

Pasalnya, mekanisme penciptaan makhluk hidup sudah dijelaskan dalam Al Qur’an, Surah Al ‘Ankabut Ayat 20. “Katakanlah; Berjalanlah di (muka) Bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kemudian, dalam Surah Al Maidah, Ayat 60, Allah berfirman; “Katakanlah; Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi, dan (orang yang) menyembah thaghut? Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.”

Banyak orang meyakini makna ayat itu mengisyaratkan kera menjadi asal mula makhluk keturunan berikutnya, yakni manusia. Padahal pemahaman itu sangat keliru. Bahkan, beberapa riset ilmiah modern menegaskan, bahwa teori evolusi adalah teori yang salah dan tidak memiliki dasar yang sah.

Seperti yang ditegaskan dua orang pakar dari Pusat Riset Ilmiah Prancis, Petit dan Prevost, bahwa manusia telah berpegang pada gagasan evolusi, namun pemikiran itu segera terbantahkan.

Pakar lainnya, Boule, juga menyatakan, tidak ada satu material pun yang dapat mendorong manusia berpikir mengenai perubahan bentuk kera menjadi manusia.

Sementara menurut Dr. Husain Hamdan, sejumlah riset terkini di bidang biologi molekuler telah sampai pada penegasan, bahwa Siti Hawa adalah nenek moyang manusia modern, yaitu manusia berjenis kelamin perempuan pertama yang ada di muka Bumi ini. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!