BPJS Kesehatan Banjar Selenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks

BPJS Kesehatan Banjar Selenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks

BPJS Kesehatan Cabang Kota Banjar menyelenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN-KIS, di UPTD Puskesmas Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Photo : Deni Supendi/ HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Banjar menyelenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), mulai tanggal 13 sampai 31 Juli 2017.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan dukungan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke-49.

Kabid Penjaminan Manfaat Primer BPJS KC Banjar, Rita Marlina, Selasa (18/07/2017), menyebutkan, secara nasional jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) tahun lalu mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp. 56,5 miliar. Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Rita menjelaskan, pelaksanaan kegiatan deteksi dini melalui IVA/ Papsmear ini adalah merupakan salah satu upaya unggulan  untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS.

Untuk mewujudkan hal itu, BPJS Kesehatan menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menjadi peserta JKN-KIS, baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk pemeriksaan IVA Test dan Laboratorium yang bekerjasama untuk pemeriksaan Papsmear.

“Layanan pemeriksaan IVA/ Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Rita.

Sebagai informasi, Rita menyampaikan, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Oleh karena itu sebaiknya dilakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan.

Kanker serviks, Rita menambahkan, umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal.

Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kata Rita, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini di FKTP atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien.

Sampai dengan tahun Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

Berdasarkan data per 07 Juli 2017, terdapat 178.771.035 jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, terdapat total 20.861 FKTP yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.829 Puskesmas, 4.516 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.351 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 5.443 FKRTL yang terdiri atas 2.175 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 181 Klinik Utama), 2.270 Apotek, serta 998 Optik.

“Untuk Pemeriksaan IVA/ Papsmear di BPJS Kesehatan Cabang Banjar, dilaksanakan di seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya. (Deni/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles