Dedi Sujerman; Teknologi ABLO Mampu Dongkrak Produksi Pangan di Ciamis

19/07/2017 0 Comments
Dedi Sujerman; Teknologi ABLO Mampu Dongkrak Produksi Pangan di Ciamis

Dedi Sujerman, Peneliti dan praktisi pertanian organik.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Peneliti dan praktisi pertanian organik, Dedi Sujerman, memperkenalkan teknologi baru bernama Agribisnis Berbasis Limbah Organik (ABLO), kepada para petani yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Ketika ditemui Koran HR secara khusus, belum lama ini, Dedi Sujerman menuturkan, ABLO merupakan teknologi tepat guna yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi pangan (protein & karbohidrat).

Dedi mengklaim, teknologi ABLO bisa melipatgandakan produksi pangan secara signifikan. Salah satu caranya melalui pemanfaatan limbah organik aren yang saat ini begitu melimpah di wilayah Kabupaten Ciamis.

“Bila limbah organik aren yang ada di Kabupaten Ciamis ditangani dengan baik, maka akan menghasilkan manfaat bagi kehidupan. Selain menjaga lingkungan, penanganan serta pemanfaatan limbah organik aren juga bisa menjadi sumber pangan,” katanya.

Kepada Koran HR, Dedi menjelaskan, saat ini produksi pangan mengalami berbagai macam kendala yang salah satunya disebabkan oleh adanya perubahan iklim. Parahnya lagi, perubahan iklim tersebut tidak menunjang terhadap proses pertumbuhan tanaman pangan.

“Imbasnya, kondisi ini justru berpotensi menurunkan produksi pangan,” katanya.

Selain itu, Dedi mengungkapkan, luas lahan pertanian produktif di wilayah Jawa Barat saat ini semakin berkurang. Hal itu disebabkan karena konversi lahan besar-besaran untuk keperluan pembangunan jalan, pemukiman, mall dan industri. Dan sayangnya, kondisi itu tidak dibarengi dengan perluasan tanah pertanian produktif di luar Jawa.

Dedi menambahkan, penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dilakukan juga mengakibatkan kondisi unsur hara di dalam tanah menjadi jenuh. Alhasil, program upaya peningkatan produksi pangan yang dicanangkan oleh pemerintah menjadi terganggu.

“Akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan, predator hama tanaman juga ikut mati, sedangkan hama tanaman justru tumbuh lagi,” katanya.

Solusinya, kata Dedi, perlu upaya pengadaan protein dan karbohidrat yang lebih intens untuk meningkatan kebutuhan produksi pangan. Teknologi ABLO menjadi salah satu metoda yang cukup efektif sebagai jalan keluar dari persoalan tersebut.

Dedi berharap, pemerintah dan stakeholder yang ada di Kabupaten Ciamis dapat memanfaatkan rekayasa teknologi ABLO untuk mempercepat serta menggandakan produksi pangan. Dan setelah nanti diterapkan, pemanfaatan teknologi ABLO ini juga diyakini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Deni/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!