Diduga Persoalan Sinkronisasi Data KPM di Banjar, Sebagian BPNT Masih Tersimpan di RPK

08/07/2017 0 Comments
Diduga Persoalan Sinkronisasi Data KPM di Banjar, Sebagian BPNT Masih Tersimpan di RPK

Foto: Ilustrasi Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah sempat tertunda, akhirnya pemerintah kembali menyalurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk menyelesaikan jatah alokasi bulan Januari dan Februari kepada 8.717 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Banjar, pada pertengahan Juni atau sebelum Lebaran kemarin.

Namun demikian, diduga persoalan sinkronisasi data, bantuan berupa beras dan gula pasir  itu kini masih ada yang tersimpan di E-Warong/Rumah Pangan Kita (RPK). Salah satunya yang terlihat di TB. Azis Putra, di mana terdapat puluhan karung beras 5 kilogram dan puluhan kemasan gula pasir 1 kilogram.

Saat dikonfirmasi Koran HR, Selasa (04/07/2017) lalu, Yono, pemilik agen tersebut, mengatakan, adanya barang yang tersisa, yakni jatah bulan Januari dan Februari yang dikirim Bulog sebelum Lebaran kemarin dikarenakan persoalan data KPM. Sehingga, sampai saat ini belum ada yang berhak mengambilnya.

“Lagi-lagi memang program ini soal sinkronisasi data KPM yang mungkin belum valid. Kita sebagai agen berharap persoalan yang ada segera tuntas, dan barang pangan ini segera diambil oleh penerimanya,” tutur Yono.

Di tempat terpisah, Kepala Gudang Bulog Banjar, Sutrisno, membenarkan, bahwa pihaknya sudah mulai mengirimkan BPNT ke setiap RPK sebelum Lebaran kemarin, yaitu beras sebanyak 84 ton dan gula pasir 16.800 kilogram. Barang pangan yang dikirim merupakan sisa jatah atau menyelesaikan alokasi bulan Januari dan Februari.

“Mengenai masih ada sebagian yang tersimpan, kita tidak mengetahui persis alasannya kenapa. Ya itu mungkin soal data penerima dan itu bukan urusan kami. Yang jelas, pengiriman kembali BPNT itu setelah pihak BNI melakukan pembayaran untuk pengiriman terdahulu. Pembayaran memang sempat terlambat dan semoga tidak terulang lagi,” katanya.

Sutrisno juga berharap, program BPNT selanjutnya bisa berjalan lancer, dan pihaknya mampu mendukung melalui penyalurannya yang lancar pula. Sehingga, warga yang membutuhkan tidak lagi harus menunggu-nunggu.

“Untuk raskin atau rastra Kota Banjar tak menemui kendala. Pembayarannya lancar dilakukan pemkot, yaitu untuk 57.610 kilogram. Ini menjadi contoh tertib administrasi dan pembayarannya. Warga penerima yang tidak tercover BPNT meski patut bersyukur, sebab Pemkot Banjar tetap peduli mengeluarkan kebijakan pro rakyatnya, meski masing-masing setiap bulannya hanya menerima 5 kilogram beras,” tandas Sutrisno.

Sementara itu, saat Koran HR hendak mengkonfirmasikan permasalahan tersebut kepada BNI Kota Banjar, namun hingga berita ini diturunkan pihak BNI belum bisa dikonfirmasi. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!