Garda Bangsa Banjar Delegasikan Satu Peserta MKK 2017 Tingkat Nasional

Garda Bangsa Banjar Delegasikan Satu Peserta MKK 2017 Tingkat Nasional

Para peserta MKK kategori Ulya putri Kitab Ihya ‘Ulumuddin saat berfoto bersama Ketua DKN Garda Bangsa H. Cucun Djunaidi serta Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam rangka Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19, organisasi sayap PKB, Garda Bangsa menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) yang digelar di berbagai daerah yang di Indonesia, termasuk di wilayah Kota Banjar beberapa waktu lalu.

Setelah ratusan santri dari berbagai tingkatan diseleksi untuk melanjutkan dari jenjang daerah ke provinsi, Umi Farhatun salah satu peserta tingkat ‘Ulya putri Kitab Ihya ‘Ulumuddin asal Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar berhasil melaju ke tingkat nasional yang berlangsung Sabtu (22/07/2017) di Graha Gus Dur, Cikini, Jakarta.

Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kota Banjar, Aan Ansori, menuturkan, bahwa acara tersebut merupakan final yang diikuti oleh sekitar 200 santri dari berbagai kategori dan tingkatan. Sementara itu, dari Kota Banjar hanya mendelegasikan Umi Farhatun yang mana sebelumnya telah berhasil mengungguli kompetitornya saat lomba di tingkat daerah maupun provinsi.

“Alhamdulillah kita bisa ikut meramaikan dan mendelagasikan santri dari Kota Banjar. Dengan keberangkatan saudari Umi, harapannya bisa menjadi motivasi santri lain untuk terus mempelajari ilmu agama islam yang salah satu sumbernya dari kitab kuning, kitab yang dikenal gundul karena tidak ada harokatnya,” kata Aan saat dihubungi HR Online melalui telepon seluler, Sabtu (22/07/2017).

Ia menambahkan, karena Banjar menjadi salah satu peserta dalam ajang unjuk kemampuan dalam membaca serta menerjemahkan kitab kuning yang diwakili Umi, kata Aan, ia harap nantinya akan mendapatkan hasil yang membanggakan, yakni bisa juara.

“Ini menjadi agenda tahunan Garda Bangsa. Maka dari itu, selain saya mohon doanya semoga dari Banjar bisa juara, santri-santri lain juga harus terpacu mendalami kitab kuning demi menjaga tradisi keilmuan yang sudah berlangsung dari zaman dahulu ini,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles