Harga Tiket Masuk Pangandaran Tak Sesuai, Wisatawan Asal Bali Kecewa

09/07/2017 1 Comment
Harga Tiket Masuk Pangandaran Tak Sesuai, Wisatawan Asal Bali Kecewa

Dani, wisatawan asal Denpasar Bali saat diwawancarai Koran HR. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Di libur lebaran 1438 H ribuan wisatawan dari berbagai daerah membanjiri sejumlah objek wisata yang terletak di ujung Jawa Barat, Pangandaran. Salah satu yang masih menjadi favorit wisatawan adalah menikmati pesona alam Pantai Pangandaran.

Saking banyaknya pengunjung yang datang ke lokasi Pantai Pangandaran, membuat jalan raya di sekitar pantai mengalami macet.

Selain kemacetan yang membuat wisatawan harus rela menunggu antrian panjang kendaraannya melaju ke lokasi yang dituju, salah satu wisatawan asal Denpasar Bali mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan kepadanya.

Saat diwawancarai Koran HR, wisatawan asal Bali yang bernama Dani merasa kecewa terhadap petugas di pintu tol gate utama Pangandaran. Pasalnya, sebelum dirinya masuk ke pintu tol gate sudah menyiapkan uang untuk membayar tiket dengan melihat tarifnya di sekeliling pintu itu.

“Saya kaget ketika membayar tiket masuk. Seharusnya itu yang dibayar Rp. 34 ribu namun yang dipungut justru Rp. 67 ribu dengan alasan tarif yang terpasang merupakan tarif lama. Harusnya, petugas itu membuang tarif itu dan menggantinya dengan yang baru supaya pengunjung tidak merasa dibodohi,” paparnya kepada Koran HR.

Dani mengungkapkan, dirinya masuk ke Pangandaran melalui pintu tol gate itu diharuskan membayar sebanyak Rp. 67 ribu. Padahal, ia menggunakan mobil jenis Jeep. Bukan hanya ia saja, Dani juga mengutarakan bila saudaranya juga mengalami hal yang sama saat masuk menggunakan mobil jenis sedan ditarif Rp. 67 ribu.

“Saya selaku pengunjung sangat menyayangkan pelayanan ini. Dan saya yakin ini bisa merusak citra pariwisata itu sendiri dengan pelayanan yang kurang memuaskan wisatawan,” ketusnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Pangandaran, Yayat Kiswayat, mengatakan, pihaknya sudah memberikan pengarahan kepada jajaran pegawai, khususnya petugas di pintu masuk utama. Ia mengaku, petugas pintu tol gate sudah diarahkan berkali-kali agar tidak melakukan hal-hal yang di luar prosedur seperti halnya yang dialami wisatawan asal Denpasar itu.

“Harusnya wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran dan merasa dirugikan di pintu tol gate langsung melakukan klarifikasi, komunikasi atau protes ke petugas. Selain itu, langsung laporkan saja supaya pada saat itu juga bisa lebih jelas dan diketahui langsung pelaku petugas tol gate yang nakal itu,” tegasnya kepada Koran HR saat ditemu di ruang kerjanya, Senin (04/07/2017) lalu.

Atas kejadian itu, kata Yayat, akan menjadi bahan evaluasi untuk Dinas Pariwisata Pangandaran. Ia juga berjanji akan memberikan pengarahan kepada petugas tol gate supaya kejadian seperti yang menimpa wisatawan asal Bali tidak terulang lagi. (Ntang/R6/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Kardiman July 10, at 09:50

    Apakah itu termasuk pungli? Kalau truk angkel ka batukaras di pungut 150rb wajar teu?

    Reply

Leave a Reply