Hebat, Banjar Kembali Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

22/07/2017 0 Comments
Hebat, Banjar Kembali Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

Irfan Fauzi saat berfoto bersama Lurah Hegarsari, pengurus LP Maarif Pangandega, Disporapar Banjar dan juga tim juri dari Dispora Jabar saat kunjungan lapangan (fact finding). Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menggelar penyaringan pemuda pelopor  tahun 2017 di berbagai provinsi yang ada di Indonesia, termasuk Jawa Barat. Dari nominasi bidang pendidikan, sosial, budaya dan pariwisata,  sumber daya alam dan lingkungan, pangan serta bidang inovasi teknologi, Kota Banjar berhasil menjadi nominator bidang pendidikan untuk bersaing dengan Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon dan Kota Bogor untuk tingkat Jabar.

Irfan Fauzi, pemuda pelopor asal Banjar di bidang pendidikan, mengatakan, setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi administrasi, wawancara serta kunjungan lapangan (fact finding) dari Dispora Jawa Barat, saat ini dirinya tengah menunggu hasil proses penjurian dari tim Dispora Jabar.

“Kamis (20/07/2017) kemarin kita ada kunjungan lapangan. Alhamdulillah dukungan dari Kelurahan Hegarsari, Disporapar Banjar serta masyarakat sangat luar biasa. Mudah-mudahan nanti saya bisa menjadi nominator dari Jabar bidang pendidikan untuk melaju ke tingkat nasional,” katanya kepada HR Online, Jum’at (21/07/2017).

Ia menjelaskan, dalam kompetisi pemuda pelopor tersebut, dirinya menggagas sebuah lembaga pendidikan di Lingkungan Pangadegan RT 005 RW 019 Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar yang bernama Maarif Pangandegan.

Berawal dari kegelisahan melihat SDM masyarakat sekitar yang bertitel sarjana masih sedikit, tercatat sekitar 10 orang, jelas Irfan, dirinya pada tahun 2010 menggagas lembaga tersebut dengan mengakomodir para pemuda setempat untuk bisa mengembangkan pendidikan bagi anak-anak.

“Perjalanan dari 2010, Alhamdulillah respon masyarakat sangat luar biasa dan akhirnya kita diberi tanah wakaf seluas 125 meter persegi serta berbagai material bangunan untuk mendirikan tempat belajar anak-anak yang mana semuanya berasal dari swadaya masyarakat,” paparnya.

Meski bertahap, lanjut Irfan, saat ini lembaga yang digagasnya itu sudah memiliki dua ruang kelas yang mana diperuntukan 40 santri Raudlotul Athfal (RA), 105 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan 30 santri Diniyah Takmilyah Wustho (DTW).

“Selama proses belajar mengajar anak-anak, kita bagi waktunya karena ruangannya hanya dua kelas saja. Meski begitu, anak-anak di sini sangat antusias, begitu pula orang tua mereka yang sangat mendukung adanya lembaga pendidikan yang membidangi agama ini,” ujar Irfan yang juga matan Ketua IPNU Kota Banjar periode 2011-2013.

Ia berharap, dukungan dari pihak keluarga, lembaga, kelurahan, pemkot, serta masyarakat sangat berarti baginya untuk menorehkan prestasi tingkat Jabar, bahkan tingkat nasional. Meski yang paling utama adalah menumbuhkembangkan pendidikan agama di tengah-tengah masyarakat, ia juga mengajak kepada pemuda lain agar bisa memberi inspirasi dengan gerakan nyata di masyarakat Banjar.

“Setiap tahun pasti ada ajang seperti ini. Makanya, di tahun 2018 mendatang pemuda di Banjar bisa mengambil peluang menjadi pemuda pelopor mewakili Banjar untuk Jabar hingga nasional. Tapi, paling penting adalah keberadaan pemuda hari ini harus bisa menjadi penggerak masyarakat agar lebih baik dari sebelumnya,” pungkas pria satu anak ini yang juga mantan aktivis PMII Kota Banjar. (Muhafid/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!