Heboh, Grup Gay Pelajar Banjar di Facebook

Heboh, Grup Gay Pelajar Banjar di Facebook

Dua grup komunitas gay yang terungkap di media sosial facebook. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Heboh grup komunitas gay di sosial media facebook yang anggotanya merupakan oknum siswa SMP dan SMA Kota Banjar, terungkap dan membuat masyarakat menjadi resah. Selain oknum siswa SMP dan SMA, sejumlah oknum mahasiswa dan oknum PNS pun ikut di dalam grup tersebut.

Keberadaan grup itu menjadi perbincangan bukan saja di dunia maya, setelah salah satu portal berita online melansir dan membagikannya di facebook. Ada dua grup komunitas gay yang terungkap di facebook. Grup pertama ditujukan kepada siswa SMP dan SMA Kota Banjar, sedangkan yang kedua ditujukan untuk tempat sharing sesama gay di Kota Banjar.

Grup yang pertama diberi nama “Gay SMP SMA Kota Banjar” dengan memiliki anggota sebanyak 149 orang, dan grup “Sharing Komunitas Gay Kota Banjar dan Sekitarnya” memiliki anggota sebanyak 125 orang. Namun, hingga kini belum diketahui siapa admin dari kedua grup tersebut.

Dengan mulai berkembangnya kaum gay kalangan pelajar di Kota Banjar, tentunya hal ini sangat meresahkan masyarakat, terlebih bagi para orang tua yang anaknya masih berstatus pelajar.

Seperti diungkapkan Dewi (37), salah seorang warga Banjar. Dirinya mengaku sangat miris dan khawatir dengan maraknya kaum gay di Kota Banjar, terlebih lagi mereka masih remaja dan berstatus pelajar.

“Saya punya anak laki-laki dan kini duduk dibangku kelas tiga SMP, jadi dengan adanya grup gay pelajar di facebook, jujur saja saya menjadi miris dan khawatir,” ujar Dewi, kepada Koran HR, Senin (24/07/2017) lalu.

Ketua Cabang HMI Kota Banjar, Jajang Wahyudin, mengatakan, dengan maraknya kaum gay di kalangan remaja atau pelajar, pemerintah harus secepatnya mengambil tindakan. Lantaran jika tidak mengambil tindakan, dikhawatirkan komunitas ini dapat menyebarkan virus ke kampus atau sekolah-sekolah lainnya.

“Pemerintah harus secepatnya mengambil tindakan. Jika tidak dikhawatirkan mereka malah menyebarkan virus ke setiap sekolah melalui akun atau grup gay seperti di dalam sosmed facebook,” kata Jajang. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles