Jalan Amblas di Batu Karas, Pemkab Pangandaran Berlakukan Status Darurat

06/07/2017 1 Comment
Jalan Amblas di Batu Karas, Pemkab Pangandaran Berlakukan Status Darurat

Jalan menuju Pantai Batukaras dengan tinggi 4 meter dan panjang 20 meter di Dusun Pasuketan Blok Sembah Agung Desa Batukaras yang mengalami amblas pada Jum’at (30/07/2017) lalu. Foto: Dokumen HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Amblasnya jalan menuju Pantai Batukaras dengan tinggi 4 meter dan panjang 20 meter di Dusun Pasuketan Blok Sembah Agung Desa Batukaras pada Jum’at (30/07/2017) lalu di khawatirkan terjadi adanya pergerakan tanah susulan sepanjang 10 meter.

Karena kondisi demikian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Pusdalops Kabupaten Pangandaran mengusulkan tanggap darurat ke Bupati Jeje Wiradinata.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Penanggulangan Bencana dan Pusdalops Kab Pangandaran Nana Ruhena, pihaknya sudah mengajukan usulan terkait penetapan kondisi tanggap darurat terhadap kondisi jalan wisata yang ke arah Batu Karas itu. Sebab, dianggap sudah sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kita sudah mengantarkan usulan penetapan tanggap darurat sejak Jum’at lalu dan sekarang sudah ditindaklanjuti oleh Dinas PU dengan melakukan pengurugan. Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke dinas PU saja,” kata Nana Ruhena pada HR Online, Selasa (4/7/2017) lalu.

Masih menurut Nana Ruhena, terjadinya abrasi yang menyebabkan amblasnya sempadan sungai itu merupakan faktor alam, bukan karena batuan karang, tetapi kontur karena tanah. Ia memperkirakan ada 2 titik yang sudah kena abrasi dan yang parah di depan komplek Makam Sembah Agung.

“Kesiapsiagaan kita sudah kita lakukan semaksimal mungkin. Walaupun masih kekurangan tenaga, tetapi diupayakan harus bisa menguasai semuanya. Kita juga memanfaatkan para relawan dan memaksimalkan peran Pusdalops tentunya,” jelas Nana Ruhena.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pangandaran merupakan daerah rawan bencana yang menempati urutan  ke-16 se-Indonesia. Hal itu berdaskan Index Resiko Bencana Nasional, yakni tahun 2015 mencapai 169.40, tahun 2016 mencapai 141.16 dan target tahun 2019 harus mencapai 118.58.

Sedangkan untuk Index Resiko Bencana Pangandaran, kata Nana, tahun 2015 mencapai 215.20, tahun 2016 mencapai 215.20 dan target tahun 2019  harus bisa mencapai 150.64. Sementara di Provinsi Jawa Barat, Pangandaran menempati urutan ke-5.

Jadi, tegas Nana, upaya penangananya harus serius dan maksimal dengan melakukan upaya meminimalisir seperti sarana prasarana kebencanaan yang harus dipenuhi. Ia mencontohkan Sistem Peringatan Dini (EWS), rambu, dan perangkat mitigasi masing-masing jenis bencana harus terpenuhi.

“SDM masyarakat juga harus tangguh terhadap bencana dengan melakukan pendidikan masyarakat. Minimal 40 orang perdesa yang nanti bisa menyebar. Sekarang sudah ada 14 desa yang sudah ada FKDM nya,” jelas Nana Ruhena.

Ia menambahkan, dunia usaha memiliki kesadaran cukup tinggi dalam memberikan bantuan saat bencana saja. Namun, kata Nana, yang paling penting adalah sebelum adanya bencana yang mana sangat besar manfaatnya.

“Pola pikir seperti itu perlu kita rubah. Sebagi contoh, Scofindo sudah mulai membantu sebelum bencana dengan memberikan peralatan mitigasi bencana. Dengan itu, masyarakat sudah mulai paham dan mengerti tentang kebencanaan,” ujarnya.

Ia harap, anggaran dari BNPB minimalnya bisa mendekati 2 persen dari APBD yang mana dialokasikan untuk penanggulangan kebencanaan.

“Kabupaten Pangandaran baru 5 bulan mempunyai Pusdalops Kebencanaan, yakni sejak tanggal 3 januari 2017 lalu. Meski baru, tetapi sudah berprestasi di tingkat provinsi, bahkan Nasional,” pungkas Nana.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, mengatakan pihaknya saat ini sedang menangani soal amblasnya jalan menuju Pantai Batu Karas. Sebab, jalan itu merupakan jalan kabupaten yang mana tanggungjawab Pemkab Pangandaran.

“Sudah ditangani dan status daruratnya juga sudah berjalan karena itu jalan Kabupaten,” singkat Jeje. (Mad/R6/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Aris July 06, at 09:07

    Ang tanggalnya salah atau tidak? Trimaksih

    Reply

Leave a Reply