Jangan Pakai Busana Berwarna Hijau saat Berada di Pantai Selatan, Ini Alasannya

16/07/2017 0 Comments
Jangan Pakai Busana Berwarna Hijau saat Berada di Pantai Selatan, Ini Alasannya

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Larangan memakai busana berwarna hijau saat berada di sepanjang Pantai Selatan di Pulau Jawa memang sudah menjadi rahasia umum. Apalagi aturan tersebut terkait dengan keberadaan ratu gaib Nyi Roro Kidul.

Masyarakat sekitar, terlebih mereka yang tinggal di kawasan Pelabuhan Ratu, Parangtritis, dan Parangkusumo, meyakini bahwa warna hijau merupakan warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Maka jika Anda memakai busana itu akan mendapat malapetaka.

Konon, setiap pengunjung yang menggunakan pakaian berwarna hijau akan cepat meninggal karena tergulung ombak. Sebagian meyakini bahwa orang yang meninggal tersebut sebetulnya menjadi prajurit baru bagi Nyi Roro Kidul. Percaya tidak percaya sih…

Cerita ini pun diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Tapi, di balik misteri menyeramkan itu ternyata ada versi lainnya yang mengungkapkan asal usul larangan berpakaian warna hijau di Pantai Selatan. Yakni menurut kisahnya, dulu ada makhluk gaib yang menguasai udara di Pantai Selatan.

Dewi tersebut ada saat Panembahan Senopati bersama Raden Danang Sutawijaya, yang menjadi pendiri kerajaan Mataram, tengah mencari kekuatan gaib untuk dapat mengalahkan Kerajaan Pajang yang kala itu dipimpin oleh Joko Tingkir.

Dia pun melakukan pertapaan untuk mencari petunjuk supaya bisa memenangkan perperangan guna memperluas kerajaan Mataram. Pertapaan itu dilakukan di Pantai Selatan, dan kemudian dia pun dihampiri oleh Nyi Roro Kidul.

Lalu keduanya melakukan perjanjian gaib. Konon Nyi Roro Kidul meminta Raden untuk menikahinya supaya kekuatannya abadi dan bisa memperluas daerah kekuasaan. Dikarenakan Nyi Roro Kidul selalu mengenakan busana hijau ketika bertemu, maka sejak saat itulah Raden melarang rakyatnya untuk tidak menggunakan baju hijau di sepanjang Pantai Selatan, dan legenda itu pun dipegang teguh oleh masyarakat setempat hingga sekarang. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!