Kades Ciulu Ciamis Klarifikasi Terkait Izin Pabrik Nata de Coco

13/07/2017 0 Comments
Kades Ciulu Ciamis Klarifikasi Terkait Izin Pabrik Nata de Coco

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kepala Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Ramli Mahmud, meminta maaf atas statemen dirinya dalam pemberitaan di Koran HR dan HR Online, terkait soal perizinan pengolahan pabrik nata de coco yang beroperasi di wialayah kerjanya.

Dalam pemberitaan tersebut, Ramli mengatakan bahwa di wilayah Desa Ciulu ada 6 pabrik pengolahan nata de coco, 2 diantaranya pabrik berskala besar dan 4 berskala rumahan (home industry/UMKM). [Baca berita terkait; Pabrik Nata De Coco Cemari Lingkungan, Warga Pertanyakan Sikap Tegas Pemda Ciamis].

Semua pabrik tersebut satu pun tidak ada yang mempunyai izin. Padahal yang sesungguhnya ada 7 pengolahan coco, 2 pabrik besar dan 5 home industri. Dari sejumlah itu, hanya 2 pabrik besar yang belum mempunyai izin, sedangkan 5 home industry semuanya sudah mempunyai izin lengkap.

Untuk itu, dirinya atas nama pribadi maupun lembaga meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman tersebut. Semua itu semata karena adanya miskomunikasi saat sedang diwawancara oleh wartawan.

“Saat itu saya bisa dikatakan gagal fokus terkait apa yang ditanyakan dengan apa yang saya jawab, karena saat itu saya fokus ke dua pabrik besar yang memang bermasalah tentang izin, ditambah banyaknya tamu yang datang. Sehingga, saat wartawan konfirmasi, saya salah memberikan jawaban, padahal seharusnya saya menjawab hanya pabrik besar yang belum mampunyai izin, sementara semua home industry itu mempunyai izin yang syah dari pemerintah,” tutur Ramli, kepada HR Online, Kamis (13/07/2017).

Di tempat terpisah, Enok Sri Kurniasih, salah satu pengolah nata de coco berbasis home industry di Dusun Badakjalu, RT.32, RW.08, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, mengaku kecewa atas pemberitaan tersebut yang membuat pihaknya merasa dirugikan.

Namun, dengan penuh kerendahan hati setelah mendengar penjelasan yang sesungguhnya, dirinya menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan miskomunikasi yang terlontar dari Kepala Desa Ciulu.

“Awalnya setelah saya membaca pemberitaan tersebut, saya merasa sangat kecewa, di mana pak kades dalam statemen-nya mengatakan semua pabrik coco di Ciulu tidak mempunyai izin. Padahal sebelum kami para home industry beroperasi, terlebih dulu kami menempuh kelengkapan perizinan. Bahkan perusaan saya telah diakui dan sudah mendapat sertifikat penghargaan dari Gubernur Jabar di bidang wirausaha baru terbaik utusan Dinas Perkebunan Provinsi Jabar, dengan jenis usaha permentasi nata de coco pada bulan Februari 2017 kemarin,” terang Enok.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, Dadi Supriadi, menegaskan, ke lima home industri pembuat nata de coco di Desa Ciulu semuanya sudah memilik izin. Sehingga, tidak akan ada penutupan operasional kepada 5 home industry tersebut.

“Dari hasil keterangan Pak Kades Ciulu, ke lima home industry semuanya telah memiliki izin. Namun demikian, pihak kami tetap akan memberikan pembinaan agar kegiatannya bisa lancar sesuai harapan. Kami pastikan lima home idustry tersebut sudah memiliki izin, kecuali dua pabrik besar yang saat ini tengah kami proses,” tandasnya. (Suherman/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!