KPA Banjar Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS di Sekolah

20/07/2017 0 Comments
KPA Banjar Gelar Penyuluhan Bahaya HIV/AIDS di Sekolah

Siswa-siswi SMK NU Langensari, tampak antusias mendengarkan pemaparan mengenai bahaya HIV/AIDS yang disampaikan pemateri dari Yayasan Mata Hati, dalam kegiatan sosialisasi HIV/AIDS di kalangan pelajar yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kota Banjar melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, menggelar penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS di sejumlah sekolah. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di kalangan pelajar.

Seperti yang berlangsung di SMK NU Langensari, Selasa (18/07/2017) lalu, puluhan siswa dan siswi terlihat serius mengikuti dan mendengarkan penyuluhan yang disampaikan pemateri dari Yayasan Mata Hati Kota Banjar.

Tafsir, pemateri dari Yayasan Mata Hati Kota Banjar, menjelaskan, bahwa penyuluhan HIV/AIDS sangat penting bagi kalangan remaja, khususnya mereka para pelajar. Karena, pelajar lebih rentan terhadap segala pengaruh negatif, seperti narkoba, pergaulan bebas, seks bebas dan hal negatif lainnya.

“Penyuluhan ini sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja, khususnya para pelajar, dan hal ini dilakukan supaya mereka jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang negatif,” katanya, saat dijumpai Koran HR, usai kegiatan.

Tafsir berharap, melalui penyuluhan  ini, para siswa bisa mengetahui dan memahami, juga dapat menyampaikan kembali kepada teman-temannya tentang bahaya HIV/AIDS dengan cara mereka sendiri.

Pengelola Program KPA Kota Banjar, Boni Mastriolani, menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya akan membentuk sebuah kelompok atau pokja Pelajar Peduli AIDS (PPA). Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan kegiatan penyuluhan-penyuluhan ke setiap sekolah yang ada di Kota Banjar.

“Jika sudah terbentuk Pokja PPA, melalui wadah ini kita bisa bergerak secara komprehensif dalam melakukan berbagai penyuluhan atau pelatihan di sekolah-sekolah, dan masyarakat umum. Sehingga, masyarakat bisa mengerti dan memahami soal HIV/AIDS ini,” terang Boni.

Sementara itu, Kepala SMK NU Langensari, Asep Supriatna, mengucapkan terima kasih kepada KPA dan Yayasan Mata Hati yang telah memberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS kepada siswa maupun siswi didiknya.

“Dengan adanya penyuluhan ini saya berharap siswa-siswi bisa mengerti tentang bahaya dari HIV/AIDS,” kata Asep. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!