Mengenang Tsunami Pangandaran ke-11, Bupati Ajak Tingkatkan Siaga Bencana

18/07/2017 0 Comments
Mengenang Tsunami Pangandaran ke-11, Bupati Ajak Tingkatkan Siaga Bencana

Pemkab Pangandaran saat memperingati peristiwa tsunami ke-11 bersama masyarakat dan berbagai elemen. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

17 Juli 2017, tepat sebelas tahun kejadian tsunami Pangandaran yang mengakibatkan 668 korban jiwa, 65 hilang yang diasumsikan meninggal dunia dan 9.299 mengalami luka-luka menjadi duka mendalam bagi masyarakat Pangandaran. Bahkan, para korban selamat tak kuasa membendung air mata saat memperingati bencana alam tersebut di TIC Pangandaran.

Selain masyarakat, dalam kegiatan itu hadir pula Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kepala dinas Pariwisata Undang Sohbarudin, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Dani Hamdani, para ketua dan anggota relawan yang membidangi bencana, PMI, dan Kepariwisataan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, mengatakan, melalui agenda memperingati tsunami ke-11 tersebut menjadi sebuah hikmah yang harus dipetik bagi masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga serta terus meningkatkan mitigasi bencana.

“Kita banyak mengambil pelajaran dari kejadian 11 tahun silam. Pada intinya, kita harus meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan mitigasi bencana,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Menurutnya, bahwa peristiwa tsunami yang merenggut ratusan korban jiwa itu menjadi sebuah hikmah yang diambil oleh semua masyarakat. Dengan acara tersebut, ia mengajak kepada masyarakat, khususnya kepada relawan, untuk terus meningkatkan kemampuan dalam antisipasi bencana.

“Kita harus tingkatkan pelatihan, mengecek semua peralatan penunjang peringatan dini tsunami. Tentu semua itu sebagai bentuk upaya kita agar memperkecil kemungkinan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Berdasarkan informasi, wilayah Pangandaran secara geografis mempunyai pegunungan, dataran dan lautan yang mana berada pada peringkat lima rawan bencana di Jawa Barat dan posisi ke 16 tingkat nasional. (Mad/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!