Nyoman Nuarta Persoalkan “Etika” Pembongkaran Patung Ikan di Pangandaran

08/07/2017 0 Comments
Nyoman Nuarta Persoalkan “Etika” Pembongkaran Patung Ikan di Pangandaran

 

Patung Ikan di kawasan Bundaran Pangandaran. Photo : Ist/ Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pematung terkenal Indonesia asal Bali, Nyoman Nuarta, mempersoalkan pembongkaran patung ikan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dilansir dari BBC Indonesia, Nyoman Nuarta mengaku kecewa lantaran dirinya tidak diberitahu terlebih dahulu terkait pembongkaran patung buatannya tersebut. Menurut dia, patung ikan itu sangat berkaitan dengan sejarah awal dirinya berkarir senirupa.

Sebagai penganut Hindu, Nyoman meyakini soal konsep sebuah kehidupan yakni ada yang membuat dan menghancurkan. Tapi Nyoman menilai bahwa manusia memiliki intelektual dan juga tata karma (etika).   

“Karena dari situlah ada bentuk apresiasi. Saya lihat orang Indonesia sudah kebilangan hal itu (intelektual dan tata karma),” katanya.

Menurut Nyoman, pembongkaran karya senirupa di area publik buatannya tersebut sudah tiga kali terjadi. Pertama, Patung Borobudur pada tahun 1993. Kedua, patung tiga mojang di Bekasi tahun 2009. Dan ketiga, patung ikan di Pangandaran.  

Di tempat terpisah, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengaku tidak mengetahui bahwa Nyoman Nuarta adalah pembuat patung ikan di Pangandaran. Jeje juga bilang dirinya tidak memiliki referensi informasi soal pembuat patung ikan tersebut.  

Menurut Jeje, sebelum dibongkar tidak ada yang memberitahu bahwa patung tersebut karya Nyoman Nuarta. Yang dia tahu, patung tersebut merupakan sumbangan dari sebuah perusahaan rokok.

Namun begitu, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, Jeje menyampaikan permohonan maaf kepada Nyoman Nuarta. Seandainya tahu dari awal, kata Jeje, tentu pihaknya akan berkonsultasi dengan pembuat patung.

Dalam kesempatan itu, Jeje menjelaskan, pihaknya sudah sejak setahun yang lalu menyosialisasikan rencana penataan wilayah Pangandaran agar lebih cantik, menjual dan menarik wisatawan.

Apalagi Jeje menyebutkan, hasil usulan masyarakat menyebutkan bahwa keberadaan patung ikan tersebut sudah tidak lagi cocok dengan kondisi Pangandaran saat ini. Untuk itu, ikon patung di bundaran tersebut akan diganti dan disesuaikan dengan kondisi Pangandaran sekarang. (Deni/R4/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!