Penarikan Infaq Rp. 2 Ribu di Ciamis Masih jadi Polemik

09/07/2017 0 Comments
Penarikan Infaq Rp. 2 Ribu di Ciamis Masih jadi Polemik

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Adanya aturan terkait penarikan atau pengumpulan dana infaq yang ditetapkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) hingga saat ini masih menjadi polemik di kalangan ulama dan pengurus Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM).

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Kecamatan Baregbeg, KH. Arief Ismail Chowas, ketika ditemui Koran HR, Rabu (05/07/2017) lalu, menyayangkan sikap Pemerintah Ciamis dalam hal ini Bupati Ciamis yang memberikan aturan tentang penarikan dana infaq Rp. 2000 untuk setiap orang di Kabupaten Ciamis.

“Aturan dari mana Pemerintah Ciamis mengeluarkan kebijakan kepada Baznas supaya melakukan penarikan atau pemungutan infaq dari setiap warga Ciamis. Apakah ada payung hukumnya aturan yang dikeluarkan Bupati Ciamis tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Arief, infaq itu dikeluarkan secara sukarela oleh seseorang tanpa adanya aturan yang mengharuskan untuk memberikan. Namun dengan aturan yang dikeluarkan Bupati Ciamis ini jelas sangat memberatkan. Karena baik yang memiliki penghasilan atau pun yang tidak memiliki penghasilan harus memberikan infaq Rp 2000.

“Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan lebih itu bisa saja tidak menjadi masalah, namun bagi warga miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan akan menjadi beban tersendiri dengan aturan tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, kata Arief, dengan aturan penarikan infaq yang sudah diterapkan tersebut seharusnya tidak dilakukan terlebih infaq itu sukarela dan tidak harus melalui Baznas karena memberikan infaq bisa dilakukan orang dimana saja.

“Saya mensyinyalir dengan aturan penarikan infaq oleh pihak pemerintah melalui baznas bukti kepanikan Pemkab Ciamis atas minimnya PAD yang didapat oleh pemerintah saat ini sehingga mencari alternatif lain untuk nambah PAD secara cepat,” katanya.

Berdasarkan data Ciamis dalam angka tahun 2016, jumlah penduduk Kabupaten Ciamis mencapai 1.389.414 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 461.598. Jika Baznas memungut per orang Rp 2.000 dikali jumlah penduduk dan akan terkumpul sebanyak Rp 2.778.828.000. Apabila dipungut per KK akan terkumpul sebanyak Rp. 923.196 juta.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Uja Suja’I, DKM di Dusun Balemoyan Desa Mekarjaya. Ketika ditemui HR, Uja mengaku sangat tidka setuju dengan aturan yang diterapkan Pemerintah Ciamis dalam hal penetapan penarikan infaq Rp. 2000 ini.

“Tidak ada dalam aturan mana pun jika infaq yang akan diberikan seseorang harus disamaratakan seperti yang ditetapkan pihak pemerintah melalui Baznas. Jika orang akan memberikan infaq lebih di luar aturan Rp. 2000 apakah tidak akan diterima, terus warga miskin untuk biaya sehari-hari saja sulit, harus dibebani membayar infaq,” ujarnya.

Maka dari itu, kata Uja, sebagai warga Ciamis, pihaknya merasa keberatan dengan aturan pemungutan infaq disamaratakan tersebut. Pasalnya aturan itu jelas mengikat kepada warga Ciamis baik yang kaya maupun yang miskin. (Es/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!