Pendidikan Percontohan di Pangandaran akan Berdiri

17/07/2017 0 Comments
Pendidikan Percontohan di Pangandaran akan Berdiri

Rektor Unpad Bandung saat berfoto bersama pengurus Yayasan Bani Husen Pangandaran. Foto: Muhafid/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sebagai bentuk terimakasih atas ketersediaannya Yayasan Bani Husen bekerjasama dengan Unpad, Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., ingin keberadaan lokasi sekitar asrama mahasiswanya di Yayasan Bani Husen bisa didirikan sebuah lembaga pendidikan percontohan.

Menurut Tri, pendidikan di Pangandaran yang dimaksud tersebutb adalah menggunakan pola pendidikan 12 tahun tanpa putus. Artinya, siswa yang belajar di sana nanti tidak lagi harus mengenyam pendidikan SD, SMP maupun SMA, namun pendidikan di dalamnya siswa digembleng selama 12 tahun dan nantinya langsung bisa masuk Unpad.

“Menurut keyakinan saya, pendidikan semacam itu lebih baik daripada harus sekolah putus-putus seperti setelah SD sebelum SMP harus ujian dulu. Nantinya, kita buat 3 kelas saja dan masing-masing kelas 25 orang. Untuk gurunya pun satu setiap pelajaran selama 12 tahun itu. Untuk konsep lebih matangnya lagi nanti kita bahas lebih lanjut dengan Yayasan Bani Husen. Intinya soal biaya jangan dipikirkan lagi,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Tri, keberadaan Unpad di Yayasan Bani Husen hingga 2020 bisa berkelanjutan terus dengan adanya pendidikan percontohan itu. Sementara untuk realisasinya, Tri menginginkan tidak terlalu lama waktunya, yakni mulai tahun ajaran baru 2018 sudah bisa berjalan.

“Mahasiswa kita nanti tanggal 14 Agustus 2017 akan mulai menempati asrama yang mana nanti diantarkan oleh orang tuanya masing-masing, maka dari itu tanggal 12 Agustus persiapan asrama sudah selesai. Dan untuk pendidikan percontohan tahun depan harus sudah bisa berjalan,” tegas Tri yang juga alumnus Ponpes Tebuireng tahun 1987 itu.

Menanggapi tawaran kerjasama tersebut, Ketua Yayasan Bani Husen, Fuad Husen, mengaku gembira seperti halnya kejatuhan bintang. Pasalnya, angan-angan untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas sudah tergambar namun secara pelaksanaan belum bisa dilakukan.

“Mungkin ini jawaban yang selama ini kita inginkan atas berkah kehadiran Unpad bekerjasama soal asrama sementara. Mudah-mudahan saja kehadiran lembaga kami yang mana berbasis pesantren bisa kembali bangkit dan jaya seperti halnya dulu saat masih dikelola oleh pendiri,” katanya. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!