Penyaluran BPNT di Banjar Tersendat, Rastra Lancar

Penyaluran BPNT di Banjar Tersendat, Rastra Lancar

Puluhan karung Rastra ukuran 5 kilogram yang dikirim Gudang Bulog Banjar di salah satu desa, dan sudah diambil langsung oleh KPM. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras dan gula merah sebagai pengganti program Rastra untuk 9.648 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Banjar, hingga kini masih tersendat. BPNT baru tersalurkan untuk alokasi Januari dan Februari.

Beda halnya dengan 5.761 KPM yang tidak tercover BPNT, mereka kembali menerima Rastra untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2017. Pantauan Koran HR di beberapa desa, dalam dua hari terakhir ini sejumlah warga penerima manfaat tersebut sudah bisa mengambilnya.

“Alhamdulillah, untuk penyaluran Rastra di Kota Banjar yang dibayar APBD ini berjalan lancar, tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran,” kata Kepala Gudang Bulog Banjar, Sutrisno, saat ditemui Koran HR, Senin (17/07/2017) lalu.

Dia menyebutkan, untuk Rastra alokasi Juni dan Juli bagi 5.761 KPM di Kota Banjar sudah dikirimkan. Begitu juga Rastra di Pangandaran untuk alokasi bulan Juli sebanyak 443.625 kilogram telah tersalurkan.

Menurut Sutrisno, lancarnya pengiriman Rastra ini tidak terlepas dari lancarnya pembayaran pemerintah daerah masing-masing. Dia juga mengakui, bahwa untuk program BPNT memang belum menyalurkannya lagi. Bahkan, yang sudah terkirim ke Rumah Pangan Kita (RPK), sebagian ditarik kembali.

“Jika terlalu lama tersimpan di RPK dan tidak ada KPM yang mengambilnya, memang tak baik. Makanya, atas koordinasi pihak BNI bersama Dinsos ditarik dulu,” terangnya.

Sutrisno sendiri mengaku tidak tahu persis kenapa program BPNT di Kota Banjar ini masih tersendat, yang katanya akibat persoalan data KPM belum selesai. Namun, informasi dari Kantor Sub Divre Ciamis, untuk BPNT di wilayah Kota Tasikmalaya sekarang berjalan normal.

Sementara itu, pendamping BPNT wilayah Kecamatan Langensari, Mumu Muflihin, mengatakan, persoalan bahan pangan yang sebagian masih tersimpan di RPK itu karena ada KPM yang belum mengambilnya.

“Itu ada KPM yang belum mengambil. Ada juga karena KPM-nya pindah domisili, dan ada pula yang sudah meninggal. Jadi, dikatakan soal singkronisasi data KPM, ya bisa demikian. Sekarang sedang kita bereskan bersama dengan pihak-pihak terkait,” tandas Mumu. (Nanks/Koran)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles