Perawat Honorer di Ciamis Tuntut Diangkat jadi PNS

23/07/2017 0 Comments
Perawat Honorer di Ciamis Tuntut Diangkat jadi PNS

Foto: Ilustrasi Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ikatan Perawat Honorer Indonesia (IPHI) Kabupaten Ciamis menyatakan diri akan turun tangan menyikapi nasib dan kesejahteraan perawat yang bekerja di instansi pemerintah. Bahkan IPHI rencananya akan ikut menyuarakan tuntutan tersebut ke Jakarta, dengan melakukan aksi damai di depan istana presiden.

Ketua IPHI Kabupaten Ciamis, Irfan, ketika ditemui Koran HR, Selasa (18/07/2017) lalu, mengatakan, pihaknya menuntut perawat honorer yang selama ini ada di lingkungan intansi pemerintah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Irfan mengatakan, aksi damai yang dilaksanakan di Jakatra merupakan bentuk perjuangan untuk menyuarakan keinginan para perawat honorer. IPHI juga menyuarakan soal perubahan regulasi yang tecantum dalam UU ASN.

“Tuntutannya adalah perubahan regulasi UU ASN, agar perawat honorer diangkat menjadi PNS tanpa syarat, dan termasuk mempertimbangkan soal masa kerja yang telah dijalani,” katanya.

Menurut Irfan, sedikitnya 60 anggota IPHI Kabupaten Ciamis akan ikut bergabung dengan perawat honorer dari seluruh penjuru wilayah Indonesia. Dalam aksi besok, IPHI meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan nasib para perawat honorer.

“Kami minta perawat honorer diperlakukan sama seperti tenaga honorer bidan dan tenaga medis yang diangkat menjadi PNS sesuai UU ASN,” katanya.

Irfan juga menuturkan, IPHI akan meminta pemerintah melakukan pengawasan kepada pihak swasta yang mempekerjakan perawat, memberikan penghargaan yang layak, menghilangkan diskriminasi kebijakan dan kesenjangan pada tenaga kesehatan.

“Perawat sering dituntut professional dalam melayani masyarakat, tapi mereka penghargaan terhadap mereka rendah. Kesempatan mengembangkan diri pun terbatas,” katanya.

Deden Egi Pirmansah, seorang tenaga perawat, ketika dimintai tanggapan, berharap pemerintah memberikan perhatian kepada tenaga honorer di bidang keperawatan. Alasannya, karena perawat juga sama-sama bekerja dan mengabdi untuk bangsa.

“Mudah-mudahan tuntutan kami bisa teralisasi. Timbal baliknya, masyarakat dapat menerima pelayanan kesehatan yang profesional, aman dan manusiawi. Perawat juga bisa meningkatkan keilmuan dan kompetensi agar lebih profesional,” katanya. (Heri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!