Sebelum Ditangkap Polisi, Bandar Judi di Pangandaran Ngaku Baru 3 Hari Buka Lapak

17/07/2017 0 Comments
Sebelum Ditangkap Polisi, Bandar Judi di Pangandaran Ngaku Baru 3 Hari Buka Lapak

Wakapolres Ciamis, Kompol Imam Rachman, saat menggelar ekspose terkait kasus perjudian di Kabupaten Pangandaran. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pria berinsial W, warga Kabupaten Pangandaran, yang juga seorang bandar judi dadu (kupluk) mengaku baru tiga hari membuka lapak perjudian dadu sebelum akhirnya digerebek petugas kepolisian Kamis (13/7/2017) malam. Dia mengaku terpaksa menjadi bandar judi karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

“Dari bandar judi ini saya bisa mengambil keuntungan sekitar Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu per hari. Saya terpaksa mengeluti usaha ini karena tak memiliki pekerjaan lain,” ujarnya, saat memberi keterangan kepada penyidik, di Mapolres Ciamis, Minggu (16/07/2017).

Menurut dia, usaha dari hasil bandar judi digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Saya juga tahu usaha dari judi ini beresiko hukum. Saya terpaksa karena sulit mencari pekerjaaan lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, Jajaran Satreskrim Polsek Pangandaran berhasil membongkar praktek perjudian di wilayah hukumnya. Seorang bandar judi dadu (kupluk) dan seorang pemasang berhasil ditangkap saat melakukan perjudian, Kamis (13/7/2017) malam lalu.

Wakapolres Ciamis Kompol Imam Rachman, mengatakan, sebelum melakukan penggerebakan sekaligus penangkapan terhadap pelaku, pihaknya sebelumnya mendapat laporan dari masyarakat terkait aktivitas perjudian yang sudah meresahkan warga sekitar. (R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!