Soal Group Gay Pelajar di Facebook, Begini Kata Anggota DPRD Banjar

Soal Group Gay Pelajar di Facebook, Begini Kata Anggota DPRD Banjar

Dua grup komunitas gay yang terungkap di media sosial facebook. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Hunes Hermawan, mengaku sangat kaget dan miris dengan adanya kaum gay di kalangan remaja atau pelajar. Jika dibiarkan, menurutnya bukan tidak mungkin generasi muda akan hancur.

“Ini sudah sangat mencolok. Awalnya saya tidak tahu, namun setelah mendapat informasi bahwa di Banjar ada komunitas gay pelajar, jujur saja saya merasa kaget,” ujarnya.

Lanjut Hunes, dengan maraknya kaum gay oknum pelajar Kota Banjar ini, pihaknya akan memanggil beberapa stakeholder dan nantinya akan membicarakan terkait masalah tersebut. Namun, dirinya juga menilai bahwa ruang lingkup yang terkecil, yakni keluarga, bisa menjadikan awal perubahan bagi para kaum gay.

“Kemudian, Dinsos melalui pendekatan persuasif supaya bisa memberikan pengarahan atau penyuluhan, bahwa para remaja masuk ke dalam perkumpulan atau komunitas gay itu salah,” tandas Hunes.

Baca Juga: Heboh, Grup Gay Pelajar Banjar di Facebook

Tanggapan lainnya datang dari kalangan ulama, yakni dari pimpinan Pondok Pesantren Al Barokah, Ustad Dadang Darisman. Dia menjelaskan, bahwa Islam telah tegas dan mengharamkan, bahkan melaknat dengan yang namanya gay atau hubungan sesama jenis.

“Islam sudah menjelaskan, hikmah penciptaan laki-laki dan perempuan adalah untuk kelestarian dengan segala martabat kemanusiaannya,” terangnya.

Menurut Dadang, orang tua adalah sebagai tempat bermuara anak. Untuk itu jadikanlah rumah yang nyaman bagi anak-anak, dengan mendekatkan diri kepada Allah serta mengimplementasikan aturan syariat Islam. Sehingga, gairah Islamnya dapat dijadikan solusi bagi segala masalah dan problematika pergaulan anak.

“Bagi orang tua, do’akan anak di dalam setiap kesempatan supaya ia terjaga dari segala macam keburukan dan mendapat keselamatan di dunia maupun di akhirat,” ucap Dadang.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjar, Ika Rahmawati, mengatakan, dalam masalah ini, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk melakukan penyuluhan ke setiap sekolah SMP dan SMA di Kota Banjar, mengenai penyimpangan seks. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles