Soal Pembongkaran Patung Ikan, Nyoman Nuarta Maafkan Bupati Pangandaran

14/07/2017 0 Comments
Soal Pembongkaran Patung Ikan, Nyoman Nuarta Maafkan Bupati Pangandaran

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, saat bersilaturahmi dengan pematung terkenal Indonesia asal Bali, Nyoman Nuarta di museum seni patung milik Nyoman Nuarta, di kawasan Sentra Duta Bandung, Kamis (13/07/2017). Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pematung terkenal Indonesia asal Bali, Nyoman Nuarta, akhirnya memaafkan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, terkait kebijakan Pemkab Pangandaran yang membongkar patung ikan hasil karya Nyoman Nuarta, di bundaran Mesjid Agung Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, belum lama ini.

Jeje menyempatkan waktu datang ke museum seni patung milik Nyoman Nuarta, di kawasan Sentra Duta Bandung, Kamis (13/07/2017). Pertemuan yang difasilitasi oleh tokoh pers Undang Sudrajat, seniman Tisna Wijaya, Jim Supangat dan dosen ITB Rikrik Kuswara, berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Berita Terkait: Nyoman Nuarta Persoalkan “Etika” Pembongkaran Patung Ikan di Pangandaran

“Saya datang menemui Pak Nyoman untuk meminta maaf atas ketidaktahuan kami dari Pemkab Pangandaran yang telah membongkar patung ikan tanpa memberitahu kepada pemiliknya. Kami benar-benar tidak tahu bahwa patung ikan itu karya dan milik Pak Nyoman. Dan baru tahu setelah ada komplen dari yang bersangkutan. Makanya, dengan kerendahan hati, saya mendatangi beliau untuk menjelaskan sekaligus meminta maaf,” kata Jeje, kepada HR Online, saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (13/07/2017).

Jeje menambahkan, setelah bertemu, Nyoman menerima permintaan maafnya. Nyoman pun akhirnya memahami bahwa pembongkaran patung ikan hasil karyanya sebagai langkah Pemkab Pangandaran dalam menata kawasan parawisata. Hanya, tambah dia, Nyoman meminta agar patung ikan yang sudah dirobohkan, direka ulang kembali dan kemudian diserahkan ke museum galeri seni patungnya, di Bandung.

“Insyaallah permintaan Pak Nyoman akan kami penuhi. Dalam pertemuan itu pun kami dengan Pak Nyoman langsung akrab dan banyak membicarakan tentang konsep untuk membangun parawisata dan seni budaya di Pangandaran,” katanya.

Terlebih, lanjut Jeje, istri Nyoman Nuarta berasal dari Ciamis dan teman satu SMA dengan dirinya. “Saya juga kaget, ternyata istrinya Pak Nyoman teman sekolah saya waktu SMA di Ciamis. Makanya saat bertemu kami langsung akrab dan seperti reunian,” ujarnya.

Jeje mengatakan banyak hikmah dari munculnya permasalahan tersebut. Setidaknya, tambah Jeje, dirinya bisa bertemu langsung dan menimba ilmu dari seorang seniman ternama Indonesia. “Selama berbincang dengan beliau, banyak ilmu yang saya dapat. Di sini mungkin pentingnya kita harus selalu berpikir positif dan memetik hikmah atas permasalahan yang terjadi,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!