Studi Ungkap Kebiasaan Tiup Lilin Ulang Tahun Berpotensi Sebarkan Bakteri Jahat

Studi Ungkap Kebiasaan Tiup Lilin Ulang Tahun Berpotensi Sebarkan Bakteri Jahat

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Perayaan ulang tahun yang dilakukan oleh sebagian orang dengan kebiasaan meniup lilin ternyata ada ada fakta buruk mengejutkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari Clemson University di Carolina Selatan.

Seperti yang dikutip HR Online dari Dailymail, meniup lilin ulang tahun berpotensi besar meletakkan bakteri jahat pada kue. Bahkan, dari tiupan tersebut bakteri yang menempel bisa mencapai 1.400 persen lantaran bakteri yang terkandung dalam air liur menempel pada kue setelah keluar dari mulut.

Menurut professor peneliti tersebut, Dr Paul Dawson, gagasan untuk melakukan penelitian tersebut dilatarbelakangi guna pengujian makanan berkualitas. Terkait kebiasaan meniup lilin saat ulang tahun, kata ia, biasanya membutuhkan 5 hingga 7 detik agar lilin yang ada padam.

Dalam uji cobanya, ia memberikan pizza kepada koresponden sepeti halnya kebiasaan pada perayaan ulang tahun dengan tujuan lain membantu dalam produksi kelenjar ludah. Setelah itu, ia meletakkan frosting pada sepotong foil yang di atasnya lilin. Usai lilinnya ditiup, jelas Dawson, para peneliti langsung menghitung jumlah bakteri dengan cara mengencerkan frosting dengan air yang steril dari bakteri. Kemudian, langkah selanjutnya meletakan cairan tersebut pada wadah agar bisa melihat proses pertumbuhan bakterinya.

Meski cara tersebut terbilang klasik, namun secara hitungan masih bisa terbilang akurat. Hasil penelitian tersebut, kata ia, bakteri sebelum ditiup lebih sedikit dibandingkan dengan setelah ditiup. Bahkan, pada beberapa kasus lain di antaranya bakteri terus berkembang hingga 120 kali.

Meski begitu, jelas Dawson, hasil penelitiannya tersebut tidak perlu menjadi sebuah yang membuat orang gelisah. Sebab, pemakan kue ulang tahun tetap sehat meski melakukan tiup lilin sebelumnya dan tidak membuat sakit berkepanjangan. Alasan tersebut juga karena sudah diketahui bahwa bakteri yang berasal dari mulut manusia mayoritas tidak membahayakan. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles