Tindaklanjut MoU dengan TaniHub, Koptan Sekarmelati Ciamis Latih Anggota Melek Teknologi

Tindaklanjut MoU dengan TaniHub, Koptan Sekarmelati Ciamis Latih Anggota Melek Teknologi

Pengurus Koperasi Tani (Koptan) Sekarmelati bersama CEO PT. TaniHub saat menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU). Photo : Deni Supendi/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Koperasi Tani (Koptan) Sekarmelati, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengagendakan pembinaan serta pelatihan bagi ratusan anggotanya agar lebih melek terhadap teknologi.

Upaya pembinaan serta pelatihan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama antara Koptan Sekarmelati dengan PT. TaniHub atau perusahaan (marketplace) berbasis aplikasi yang menghubungkan antara petani dengan pelaku bisnis.

Ketua Koptan Sekarmelati, Ceceng Nuryana, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, membenarkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan TaniHub berkaitan dengan penjualan hasil pertanian yang dikelola dan diproduksi Koptan Sekarmelati.  

Ceceng menjelaskan, jalinan kerjasama dengan TaniHub menjadi awal peningkatan dan perluasan pangsa pasar bagi Koptan Sekarmelati. Pangsa pasar produk yang akan difasilitasi oleh pihak TaniHub meliputi bidang pertanian, peternakan dan perikanan, salah satunya produk gula merah kelapa.

“Mudah-mudahan kerjasama dengan TaniHub ini memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha anggota dan Koptan Sekarmelati,” kata Ceceng.

Menurut Ceceng, TaniHub menitikberatkan terhadap kualitas, kuantitas dan kontinyuitas produk yang dihasilkan oleh Koptan Sekarmelati. Soalnya ketiga hal tersebutlah yang akan mempertahankan hubungan kerjasama antara kedua belah pihak.  

Lebih lanjut, Ceceng mengapresiasi upaya TaniHub dalam membantu meningkatkan taraf hidup (kesejahteraan) para petani yang tergabung dalam Koptan Sekarmelati. Menurutnya, TaniHub dapat memangkas mata rantai distribusi yang selama ini dikuasai oleh tengkulak. 

“Melalui aplikasi TaniHub, petani bisa menjual hasil pertanian secara langsung (online) kepada konsumen. Dengan kata lain, Petani tidak perlu lagi menjual hasil pertanian ke tengkulak. Oleh karenanya, petani bisa memperoleh keuntungan 20 persen dari harga yang ditetapkan tengkulak,” katanya. (Deni/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles