Tol Gate Pangandaran Diduga Bocor?

09/07/2017 0 Comments
Tol Gate Pangandaran Diduga Bocor?

Pintu masuk objek wisata Pangandaran. Foto: Dokumen HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Soal desas-desus kebocoran di pintu tol gate pada H+1 dan H+2 lebaran di Pangandaran, Kepala Dinas Pariwisata Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi lantaran persoalannya cukup kompleks.

Ia menjelaskan, adanya pengunjung yang masuk melalui pintu tol gate itu ada diantaranya yang masa bodoj dengan tiket masuk dan ada juga yang masih menggunakan jalan tikus serta menggunakan nama oknum pejabat yang mana sebagai sebagai pimpinan rombongan.

“Persoalan tersebut sudah disidak dan diambil alih langsung oleh Pak Bupati dengan tim dari Bawasda (Inspektorat). Nanti kita akan evaluasi hasilnya setelah ada rekomendasi dari Inspektorat,” kata Undang pada Koran HR, Selasa (4/7/2017) lalu.

Untuk penguatan pelayanan seperti peralatan maupun sarana serta prasarana yang kurang akan dilengkapi. Selain itu, kondisi di dalam objek wisata juga akan ditingkatkan seperti berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan untuk menangani soal sampah. Sedangkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur soal parkir dan untuk persoalan para pedagang akan dikoordinasikan dengan Satpol PP.

“Memang diakui masih ada kekurangan-kekurangan untuk menghadapi lonjakan pengunjung. Padahal, kita sudah membuka pintu masuk utama 4 gate. Namun karena saking antusiasnya pengunjung, kita kewalahan,” jelas Undang lagi.

Soal infrastruktur parkir yang kurang memadai, kata Undang, juga sangat mempengaruhi pelayanan wisatawan. Sementara itu, kesiapan SDM petugas akan ditingkatkan serta kesiapan wisatawan saat ini dinilai masih kurang.

“Kita sudah melakukan rekayasa lalu lintas. Tetapi karena para pengunjung yang membludak, akibatnya parkir kendaraan sembarangan dan banyak di bahu jalan. Hal ini yang menyebabkan kemacetan. Meski begitu, kita masih bisa mengatasi walau tersendat,” imbuh Undang.

Banyaknya kritikan untuk pariwisata Pangandaran, lanjut Undang, sangat diterima olehnya. Dengan saran dan kritikan itu ia harap dapat menyelesaikan persoalan dan tidak juga menyurutkan semangat kinerja para pegawai.

Untuk pendapatan retribusi tol gate secara keseluruhan, ungkap Undang, ada kenaikan dari target, yakni kita bisa mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Pendapatan dari retribusi tol gate di obwis Pangandaran saja kenaikannya signifikan, yakni dari H-3 sampai H+7 sebesar Rp. 1.256.845.000. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, dari H-3 sampai H+12 hanya sebesar Rp. 472.625.000. Jadi, saat ini tiga kali lipat kenaikannya,” pungkas Undang. (Mad/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!