Warga Banjar Minta Proyek Infrastruktur Jangan Asal Jadi

16/07/2017 0 Comments
Warga Banjar Minta Proyek Infrastruktur Jangan Asal Jadi

Ratusan warga Desa Waringinsari dan Desa Langensari, Kecamatan Langensari, mengikuti sosialisasi pelaksanaan beberapa paket proyek yang ada di wilayahnya. Sosialisasi tersebut digelar Dians Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, bertempat di Aula Desa Waringinsari, Selasa (11/07/2017) lalu. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur di Kota Banjar terus dilakukan. Sebagaimana halnya di tahun anggaran 2017 ini, beberapa paket pekerjaan di sejumlah titik lokasi dari mulai wilayah perkotaan hingga pelosok pedesaan, akan dikerjakan oleh intansi terkait melalui pihak ketiga. Seperti halnya proyek pelebaran dan pembangunan jalan, pembuatan kirmir saluran dan lainnya.

Guna mewujudkan pemerataan pembangunan yang benar-benar menyentuh dan bisa dinikmati/dimanfaatkan, masyarakat berharap proyek yang dikerjakan pihak kontraktor tidak asal-asalan, harus memperhatikan kualitas pekerjaan.

Demikian dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Langensari, Suparka, kepada Koran HR, saat dijumpai disela-sela mengikuti sosialisasi pelaksanaan beberapa paket proyek infrastruktur di daerahnya, yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Banjar, bertempat di Aula Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Selasa (11/07/2017) lalu.

“Penting mutu kualitas sebuah proyek pembangunan diperhatikan dengan baik. Jangan sampai kejadian pekerjaan di tahun-tahun sebelumnya yang terkesan asal jadi dan bahkan tak sesuai bestek itu terulang lagi. Ini harus menjadi perhatian serius,” tandasnya.

Dia juga meminta kepada pihak DPU supaya benar-benar melakukan pengawasan sebagaimana mestinya. Pihak kontraktor sendiri diminta untuk menjalankan kontraktualnya dan sesuai bestek.

“Dalam proyek pelebaran jalan pun, mesti diperhitungkan pembuatan kirmir sebagai penahan hotmik,” kata Suparka.

Warga lainnya, Sudio, yang juga Ketua BPD Waringinsari, mengeluhkan proyek pembangunan tersier di Jalan Nahromi yang dikerjakan Pemkot Banjar tahun 2016 lalu, hasilnya kurang baik dan terkesan perencanaannya tidak matang.

“Buktinya, pasca selesai proyek waktu itu, malah merugikan petani karena sawah warga malah tergenang banjir. Ini bagaimana, tentunya perlu perbaikan kembali. Kalau sampai dibiarkan atau tak disikapi serius, sawah kami akan terus terkena banjir dan berulang tak bisa memanen padi,” ungkapnya.

Untuk itu, Sudio meminta kepada SKPD terkait, agar dalam melakukan pembangunan terlebih dahulu harus memperhatikan perencanaan, survei hingga pelaksanaannya. Begitu pun kepada pihak kontraktor diminta untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan dengan baik.

“Meski proyek kota, saya juga selaku keanggotaan BPD berhak ikut melakukan pengecekan pembangunan yang ada di setiap lokasi Desa Waringinsari,” tandas Sudio. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!