Penebangan Hutan di Langkaplancar Pangandaran, Gempar akan Mengadu ke DPRD Jabar

12/08/2017 0 Comments
Penebangan Hutan di Langkaplancar Pangandaran, Gempar akan Mengadu ke DPRD Jabar

Gerakan Masyarakat Parahyangan (Gempar) saat melakukan rapat dengan sejumlah tokoh masyrakat perihal penolakan penebangan hutan di Gunung Singkup. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Seiring makin menghangatnya informasi rencana penebangan hutan yang dilakukan Perhutani di Langkaplancar Kabupaten Pangandaran di Gunung Singkup, sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Parahyangan (Gempar) menyatakan sepakat menolak rencana tersebut.

Ketua Gempar, Kunkun, mengatakan, penebangan hutan jika dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi lingkungan, baik itu kekeringan ataupun longsor. Menurutnya, hutan yang berada di Gunung Singkup merupakan lokasi vital sebagai sumber mata air bagi lingkungan sekitarnya, termasuk sungai-sungai besar seperti Sungai Cigugur, Sungai Cimanala maupun Sungai Ciseel.

“Dampaknya bukan hanya di Langkaplancar saja, namun ke wilayah lain seperti Parigi, Tasikmalaya, Banjar maupun Ciamis. Sebab, hampir semuanya berhulu ke Gunung Singkup. Apalagi keindahan wisata Green Canyon bisa terancam mengering saat kemarau. Maka dari itu kami dari Gempar menolak penebangan hutan oleh siapapun,” katanya kepada HR Online, Jum’at (11/08/2017).

Hal senada juga diungkapkan Anton Rahanto, Koordinator Gempar. Ia menyatakan segera mengadukan kasus ini ke DPRD Provinsi Jabar dan meminta agar penebangan tidak dilaksanakan.

“Bahkan kami akan meminta Gunung Singkup supaya dijadikan hutan lindung, bukan hutan produksi seperti saat ini. Gunung Singkup lebih layak menjadi cagar budaya daripada hutan produksi. Sebab, di gunung tersebut menyimpan banyak sejarah,” tegasnya.

Dukungan Gempar juga datang dari KH. Cecep Ubaedillah, salah satu tokoh masyarakat di Langkaplancar. Ia menyepakati hutan Gunung Singkup untuk dipertahankan dari penebangan.

“Sudah jelas, yang namanya penebangan itu akan berdampak buruk bagi masyarakat. Apalagi ini kaitannya dengan sumber air yang mana sumber kehidupan lingkungan sekitar,” ucapnya. (Aceng/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!