Soal Jembatan Warga Margajaya, Begini Kata Dinas PU Pangandaran

17/08/2017 0 Comments
Soal Jembatan Warga Margajaya, Begini Kata Dinas PU Pangandaran

Jembatan satu-satunya penghubung Dusun Margajaya Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran yang membutuhkan untuk dibuat jembatan permanen dan bisa dilalui kendaraan roda empat. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kepala Desa Margacinta Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran, Edi Supriadi, membenarkan bahwa masyarakatnya yang berada di Dusun Margajaya sangat membutuhkan sekali jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Menurutnya, usulan masyarakat terkait jembatan satu-satunya yang menjadi penghubung masyarakat ke daerah lain tersebut menjadi prioritas usulan desa dan di tahun 2017 sudah masuk dalam rencana kerja pembangunan.

“Anggaran di desa terbatas. Makanya kita dorong untuk mendapatkan sumber dana baik dari Pemprov maupun dari pusat. Pasalnya, jembatan ini sangat dibutuhkan warga dan bisa mendongkrak perekonomian warga,” jelasnya kepada HR Online beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, Dusun Margajaya memang sudah dikenal sebagai salah satu kampung budaya di Pangandaran dengan nama Kampung Badud serta merupakan salah satu desa wisata yang ada di Indonesia. Selain itu, Kampung Badud juga kerap ditayangkan oleh stasiun TV swasta perihal kehidupan masyarakat serta budayanya.

“Dusun Margajaya memang sudah sering tampil di TV dan dikenal dengan budaya kampung Badud. Masyarakat yang hampir sebagian besar petani pemilik lahan, maka apabila terhubung dengan jembatan yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat akan lebih meningkatkan perekonomian mereka dan juga daerah,” pungkas Edi.

Baca Juga: Jembatan Gantung Satu-satunya, Penyambung Asa Warga Margajaya Pangandaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Tata Ruang Kabupaten Pangandaran, Jaja Nurul Huda, menyatakan bahwa pihaknya sudah menginventarisir semua jembatan gantung yang ada di Kabupaten Pangandaran dan sudah membuat usulan untuk diganti dengan jembatan permanen.

“Mengingat kemampuan anggaran kabupaten yang terbatas, kita mengajukan ke provinsi, bahkan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan ada yang terealisasi. Kita akan secara bertahap sesuai  pertimbangan kemanfaatn serta timbal balik yang didapat dari hasil pembangunan,” jelasnya kepada HR Online.

Berdasarkan analisis pemanfaatan biaya atau FS, kata Jaja, membangun jembatan memerlukan biaya yang cukup besar. Contohnya untuk panjang jembatan 40 meter bisa menghabiskan sekitar 16 miliar.

“Tentu itu bukan uang yang sedikit untuk saat ini. Kita prioritas jalan dulu seperti yang diinginkan Pak Bupati,” pungkas Jaja. (Mad/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!