Tertutup Awan, Hilal di Banjar tak Terlihat

23/08/2017 0 Comments
Tertutup Awan, Hilal di Banjar tak Terlihat

Tim BHRD Kota Banjar saat menggelar ru’yatul hilal di Markas Pusat Observasi Bulan (POB) Gunung Babakan, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Agama Kota Banjar bersama Badan Hilal Rukyat Daerah (BHRD) Kota Banjar kembali melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal Dzulhijjah 1438 H/ 2017 M di Markas Pusat Observasi Bulan (POB) Gunung Babakan, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Selasa (22/08/2017).

Suprianto, salah satu tim ahli dari Badan Hilal Rukyat Daerah (BHRD) Kota Banjar, mengungkapkan, penetapan awal Dzulhijjah dengan menggunakan metode perhitungan (Hisab) dan rukyatul hilal ditetapkan jatuh pada Rabu (23/08/2017) sebagai 1 Dzulhijjah 1438 H.

Sesuai metode hisab penentuan awal Dzulhijjah tersebut, Suprianto menyebutkan di hari Selasa (22/08/2017) waktu matahari tenggelam pukul 17.47.57 WIB dan hilal terbenam pukul 18.18.2 WIB. Sementara itu, tinggi hilal berada di 7’ 27’ 42,22’ (utara dari titik barat) dan azimuth hilal berada di 11’ 4’ 15,06’.

“Adapun posisi hilal itu di 0’ 29’ 12,94’ dan lamanya hilal mencapai 0,30 menit 5,69 detik. Dari perhitungan tersebut, disepakati 1 Dzulhijjah Rabu 23 Agustus 2017,” ucapnya kepada Koran HR.

Sementara itu, cara kedua yang dilakukan BHRD menggunakan metode rukyatul hilal dalam penentuan 1 Dzulhijjah, tim tidak dapat melihat hilal lantaran ufuk tertutup awan. Meski demikian, namun sudah disepakati berdasarkan sidang isbat Kemenag RI 1 Dzulhijjah jatuh di hari Rabu 23 Agustus 2017 dan hari raya Idul Adha 1438 Hijriah jatuh pada 1 September 2017.

Meskipun di Banjar sudah berkali-kali melakukan rukyatul hilal dan hasilnya hampir belum pernah hilal secara langsung terlihat menggunakan alat yang cukup canggih, kata Supri, namun kegiatan tersebut adalah sebagai upaya yang dilakukan BHRD di berbagai titik POB di seluruh Indonesia untuk penentuan awal Dzulhijjah, awal Ramadhan maupun hari raya Iduh Fitri.

“Ya di sini memang tidak terlihat karena tertutup awan. Namun di daerah lain ada yang melihatnya dan langsung disidang isbatkan. Mudah-mudahan saja pada ru’yatul hilal depan di bulan ramadhan hilal bisa terlihat di POB Babakan,” pungkasnya. (Muhafid/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!